Jujurlah Jangan Serakah
Situasi semakin memanas. Konflik kian kompleks.Eskalasi di Lebanon serta serangan strategis, menyasar fasilitas nuklir di Uni Emirat Arab (UEA).
Dalam perspektif trancendental order, perang dan kemenangan Iran atas Israel-AS, jelas bukan sekadar urusan materi-duniawi semata, melainkan wujud nyata ketawakalan bangsa Iran kepada Allah Swt.
Banyak hal yang oleh Barat dipandang irasional, tak mungkin dapat dilakukan Iran, sementara ilmu perang Israel-AS dipandang jauh lebih canggih, ternyata terbantahkan.
Benar, milik Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Ketika bangsa Iran bertawakal kepada-Nya, maka kemenanganlah yang dikaruniakan kepadanya.
Bila perang Iran versus Asreal-AS direfleksikan ke dalam kehidupan bangsa Indonesia, hemat saya ada beberapa pelajaran berharga.
Pertama, Pada sila ke-1 “Ketuhanan Yang Maha Esa”, terkandung norma imperatif, agar segala urusan kenegaraan, dikembalikan ketuntunan Ilahi Rabbi.
Sikap sekuler, wajib ditangkal. Hitungan angka statistik, angka pertumbuhan ekonomi, inflasi, kurs, dan BI-Rate, bukan jaminan untuk perbaikan bernegara.
Apa yang Dia kehendaki pasti jadi, dan apa yang tidak Dia kehendaki tak akan ada.
Oleh karena itu, kepada-Nyalah kita harus bertawakal guna tercapainya cita-cita bernegara.
Kedua, nilai keadilan dan keberadaban pada Sila Ke-2, wajib ditanamkan pada segenap komponen bangsa (khususnya pejabat publik).
Omong doang, ngumbar janji, serakah,adalah kejahatan. Sebaliknya, jujur, komitmen pada falsafah Pancasila, pastilah berbalas sempurna.Maka,jujur, jujur, jujurlah Saudaraku, jangan serakah. Wallahu’alam. (*)
| Moralitas dan Keadilan dalam Perang |
|
|---|
| Negosiasi AS-Iran Gagal, Tema Nuklir dan Selat Hormuz Jadi Persoalan Utama |
|
|---|
| Gencatan Senjata Iran-AS Terancam Bubar di Tengah Jalan, Ini Pemicunya |
|
|---|
| Iran Klaim Menang Perang, Mojtaba Khamenei: Kami Tidak Cari Perang, Tapi Siap Sampai Mati |
|
|---|
| Babak Baru Konflik Iran vs AS dan Israel, Sepakat Gencatan Senjata Setelah 39 Hari Berperang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jujurlah-Jangan-Serakah.jpg)