Jujurlah Jangan Serakah

Situasi  semakin memanas. Konflik kian kompleks.Eskalasi di Lebanon serta serangan strategis, menyasar fasilitas nuklir di Uni Emirat Arab (UEA).

Tayang:
Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Sudjito Atmoredjo 

Dalam perspektif trancendental order, perang dan kemenangan Iran atas Israel-AS, jelas bukan sekadar urusan materi-duniawi semata, melainkan wujud nyata ketawakalan bangsa Iran kepada Allah Swt.

Banyak hal yang oleh Barat dipandang irasional, tak mungkin dapat dilakukan Iran, sementara ilmu perang Israel-AS dipandang jauh lebih canggih, ternyata terbantahkan.

Benar, milik Allah-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Ketika bangsa Iran bertawakal kepada-Nya, maka kemenanganlah yang dikaruniakan kepadanya.

Bila perang Iran versus Asreal-AS direfleksikan ke dalam kehidupan bangsa Indonesia, hemat saya ada beberapa pelajaran berharga. 

Pertama, Pada sila ke-1 “Ketuhanan Yang Maha Esa”, terkandung norma imperatif, agar segala urusan kenegaraan, dikembalikan ketuntunan Ilahi Rabbi.

Sikap sekuler, wajib ditangkal. Hitungan angka statistik, angka pertumbuhan ekonomi, inflasi, kurs, dan BI-Rate, bukan jaminan untuk perbaikan bernegara.  

Apa yang Dia kehendaki pasti jadi, dan apa yang tidak Dia kehendaki tak akan ada.

Oleh karena itu, kepada-Nyalah kita harus bertawakal guna tercapainya cita-cita bernegara. 

Kedua, nilai keadilan dan keberadaban pada Sila Ke-2, wajib ditanamkan pada segenap komponen bangsa (khususnya pejabat publik).

Omong doang, ngumbar janji, serakah,adalah kejahatan. Sebaliknya, jujur, komitmen pada falsafah Pancasila, pastilah berbalas sempurna.Maka,jujur, jujur, jujurlah Saudaraku, jangan serakah. Wallahu’alam. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved