Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Pandangan Para Ahli soal Penyebab 'Teror' Api di Rumah Warga Seyegan: Temuan Tim UGM, UPN, BPPTKG

Tim UGM, UPN, BPPTKG, BRIN, PUP ESDM DIY menyampaikan hasil observasi soal penyebab fenomena teror api atau kebakaran berulang di Seyegan

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
HASIL OBSERVASI AHLI: Pemerintah Kabupaten Sleman menggandeng tim ahli lintas sektoral dari UGM, UPN, BPPTKG, BRIN, hingga Dinas PUP ESDM Pemda DIY untuk mengemukakan hasil sementara dari observasi terkait penyebab fenomena kebakaran berulang di kediaman Agusyani, Seyegan, yang telah meresahkan hampir dua pekan terakhir. Pertemuan para ahli berlansung Kamis (4/6) di kantor Kapanewon Seyegan. Langkah ini sebagai dasar mitigasi yang akan dilakukan pemerintah ke depan. 

Kedua, merujuk pada keberhasilan memulihkan Api Abadi Mrapen, langkah teknis berupa reorientasi aliran gas perlu dilakukan. Tim melakukan pengeboran ulang yang dikombinasikan dengan proses dewatering atau pengurasan air tanah secara terus-menerus.

Metode ini bertujuan memaksa tekanan hidrostatik bumi agar orientasi aliran gas bawah tanah kembali terpusat ke satu sumur utama yang terisolasi, sehingga rembesan gas berbahaya tidak menyebar secara ke area fondasi rumah warga.

"Saya kira langkah-langkah analogi dari pengalaman yang pernah saya lakukan ini barangkali bisa diterapkan sebagai bagian dari solusi penanganan fenomena di sini. Mudah-mudahan ini bisa menjadi jalan keluar bagi masyarakat," ujar dia. 

Langkah mitigasi: jamin aspek sosial keluarga korban

Sementara itu, untuk langkah penanganan mitigasi Guru Besar dan Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi (FTME) di UPN "Veteran" Yogyakarta, Basuki Rahmat menekankan pentingnya jaminan aspek sosial, kelayakan hidup, dan perbaikan infrastruktur hunian bagi keluarga korban yang telah mengungsi selama 13 hari akibat teror api Seyegan.

Ia mendorong pemerintah daerah untuk segera memberikan bantuan yang berfokus pada perbaikan sirkulasi udara rumah agar ruangan tetap kering dan terhindar dari kelembapan pemicu gas berbahaya. 

Selain memprioritaskan pemulihan kelayakan tempat tinggal dan sterilisasi bangunan, Basuki juga mendorong adanya pendampingan ekonomi agar usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi keluarga korban tetap dapat berjalan selama masa pengungsian.

"Mohon maaf, nanti bantuan semoga bisa diberikan. Tapi saya yakin pemerintah daerah sudah memikirkan itu," ujarnya. 

Pemkab Sleman Jamin Korban Tidak Sendiri

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sleman, Makwan menyatakan komitmen untuk bisa segera melaksanakan rekomendasi teknis dari para ahli untuk mengatasi teror api di Seyegan. Langkah ini diambil sebagai wujud respons cepat pemerintah dalam memberikan kepastian keselamatan bagi keluarga terdampak.

Ia meminta agar Bidang Perumahan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan kawasan permukiman (DPUPKP) Sleman untuk melakukan edukasi terhadap struktur bangunan yang lebih sehat dan aman di lokasi kejadian. Selain itu, rekomendasi pengosongan barang yang mudah terbakar dari dalam rumah Agusyani akan segera dilakukan.

Untuk memaksimalkan penanganan teknis, pihaknya juga mengharapkan dukungan stimulan dari Dinas PUP ESDM Pemda DIY. Sedangkan untuk mengantisipasi munculnya titik api baru selama proses penelitian yang masih berlangsung, personel relawan kebencanaan disiagakan untuk memperkuat pengamanan di area rumah korban.

"Artinya mbak Via (keluarga korban) tidak sendirian. Setiap permasalahan selalu ada solusi. Mudah-mudahan. Kami berharap sumbangsih semua pakar peneliti. Relawan juga kami minta untuk penguatan kesiapsiagaan di rumah korban," ujar Makwan.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved