Balita Diduga Dianiaya Ibu Kandung, Kondisinya Lemas Saat Pertama Ditemukan
Seorang bocah perempuan inisial ACB (3), yang tinggal di sebuah kontrakan di Kabupaten Bantul, diduga menjadi korban kekerasan.
Penulis: Susilo Wahid | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Seorang bocah perempuan inisial ACB (3), yang tinggal di sebuah kontrakan di Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, diduga menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengungkapkan, dugaan kejadian kekerasan berlangsung di rumah kontrakan korban yang berada di Pleret pada Senin (1/6) sekitar pukul 21.00 WIB.
"Kasus itu bermula sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, tetangga kontrakan korban yakni (inisial) ABZI (38), melihat ibu korban yakni (inisial) TKS (25), keluar dari kontrakan sendiri dan kembali ke kontrakan sekitar pukul 18.00 WIB," ucapnya, kepada wartawan, Rabu (3/6).
Selepas magrib, ABZI membakar sate di depan kontrakan dan mendengar suara tangisan anak kecil dari kamar kontrakan yang ditempati oleh TKS. Dari situ, ABZI memberitahu kepada pemilik kontrakan, sehingga bersama-sama mengecek ke dalam kamar kontrakan TKS.
Pemilik kontrakan berupaya mencongkel jendela kamar TKS dan ditemukan anak TKS yakni ACB dalam keadaan lemas dan posisi mulut dilakban plastik bening. Kemudian, kedua tangan maupun kaki ACB diikat menggunakan lakban dan selendang warna merah marun.
"Selanjutnya, pemilik kontrakan yakni (inisial) MASW (29), menghubungi Bhabinkamtibmas Kalurahan Pleret dan bersama-sama piket gabungan fungsi Polsek Pleret mengecek lokasi kejadian perkara," tutur Rita.
Pemilik kontrakan, Muhamad Astrianto Sofi W alias Mamat mengatakan, pemandangan memilukan langsung terlihat di sudut ruangan ketika dirinya akhirnya berhasil menyusup ke dalam kamar. Balita malang tersebut ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan dan tidak berdaya.
"Sampai di dalam kamar ternyata di pojokan kamar ada anak hanya pakai baju dan pampers dengan kondisi kedua tangan, kedua kaki dan mulutnya terikat lakban warna bening," ungkap Mamat dikutip dari Kompas.com.
Baca juga: 35 Ribu Lebih Wisatawan Kunjungi Kulon Progo Selama Periode Libur Panjang Iduladha-Waisak 2026
Beruntung, lakban pada bagian mulut korban sudah terbuka sedikit sehingga balita tersebut masih bisa mengeluarkan suara tangisan lirih. Yang membuat warga makin miris, pendingin ruangan (AC) dan kipas angin di kamar itu sengaja dinyalakan dan diarahkan langsung ke tubuh sang anak.
Balita tersebut langsung dievakuasi keluar ruangan dengan cepat. Warga bersama Mamat bergotong-royong memotong dan membuka lakban yang menjerat erat kedua tangan serta kaki anak tersebut. "Baru dicopot lakbannya, setelah itu saya langsung bilang pak RT dan polisi," kata Mamat.
Saat proses evakuasi berlangsung, warga sempat mencoba menghubungi sang ibu berkali-kali melalui telepon genggamnya, namun nomornya tidak aktif. Warga kemudian langsung menghubungi ayah korban yang sedang merantau di Jakarta.
"Suaminya akhirnya dia pulang kemarin, Selasa (2/6) sekitar pukul 10.00 WIB," tutur Mamat.
Dari hasil penyelidikan sementara, TKS hanya menempati rumah kontrakan bersama korban. Sebab, suaminya bekerja di Jakarta. Korban dan ibu korban diketahui memegang alamat KTP Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul.
"Sebagai penanganan lebih lanjut, korban saat ini tengah dirawat dan tinggal bersama keluarga dari ayah korban. Kondisinya mulai membaik," kata Iptu Rita.
Di satu sisi, terduga pelaku yang merupakan ibu kandung korban, yakni TKS akhirnya berhasil diamankan oleh petugas. TKS diringkus tanpa perlawanan di rumah kontrakannya pada Rabu (3/6) siang sekitar pukul 12.30 WIB, setelah sempat menghilang usai meninggalkan anaknya dalam kondisi tragis.
| Progres Pengerjaan JJLS Kelok 23: Tuntaskan Pembangunan 1000 Meter Ruas dan Pelebaran Jalan |
|
|---|
| Target PAD Parkir di Bantul Tahun 2026 Naik Jadi Rp1,1 Miliar |
|
|---|
| Bocah Perempuan Berusia Tiga Tahun di Bantul Jadi Korban Kekerasan Sang Ibu |
|
|---|
| Disdikpora Bantul Buka Posko Terpadu untuk Bantu Layanan SPMB 2026 |
|
|---|
| Direktur RSSA Bantul Beberkan Gejala Leptospirosis yang Harus Diwaspadai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260306-Kasus-KDRT-di-Bantul.jpg)