Disdikpora Bantul Buka Posko Terpadu untuk Bantu Layanan SPMB 2026

Ada ratusan orangtua dan calon siswa sekolah menengah pertama yang telah mencoba layanan SPMB di posko terpadu di Disdikpora Bantul

Tayang:
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
POSKO SPMB - Sejumlah orangtua siswa sedang mengantre untuk mendapatkan layanan SPMB di halaman Disdikpora Bantul, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul. Rabu (3/6/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, membuka posko layanan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 di halaman Disdikpora Bantul yang berada di Manding, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul.

Sekretaris Disdikpora Kabupaten Bantul, Titik Sunarti Widyaningsih, menuturkan posko tersebut merupakan posko terpadu, sehingga terdapat sejumlah instansi termasuk Disdikpora Bantul, Dinas Sosial Bantul, hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Bantul.

"Kami melayani dari tanggal 2-10 Juni 2026. Kami akan fasilitasi masyarakat supaya tidak kebingungan. Jadi, selain kami ada konsultasi lewat WhatsApp dan buku tamu di website atau aplikasi, kami juga menyediakan posko seperti ini," katanya kepada wartawan saat dijumpai di kantor Disdikpora Bantul, Rabu (3/6/2026).

Sejauh ini ada ratusan orangtua dan calon siswa sekolah menengah pertama yang telah mencoba layanan SPMB di posko tersebut.

Sebanyak 100 orang telah mengakses layanan pada sehari yang lalu dan 100 orang lainnya mengakses layanan pada hari ini.

Rata-rata, para orangtua dan calon siswa datang untuk mengajukan akun pendaftaran SPMB.

Namun, ada juga yang melakukan pengecekan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) untuk jalur afirmasi SPMB SMP.

"Sebenarnya di sekolah juga ada posko. Jadi, posko yang kami berikan ini merupakan posko induk untuk membantu calon siswa dalam proses SPMB," tutur dia.

Kendala Server

Kendati demikian, saat hari pertama pembukaan posko SPMB, kata Titik sempat mengalami kendala terkait migrasi data dari nilai rapor ke server. 

Namun, saat ini, kondisi sudah berjalan lancar dan normal.

"Kalau di Disdikpora itu lebih ke teknisnya. Kemarin itu kendalanya terkait dengan migrasi data rapor. Tapi permasalahan kemarin terkait servernya. Sehingga sudah kami komunikasi dengan Telkom dan sudah dikomunikasikan dengan baik," ujar dia.

Setidaknya, ada 20 petugas yang berjaga untuk melayani masyarakat dengan sistem pembagian tugas shift. Sebab, layanan tersebut dibuka sejak pukul 08.00 WIB sampai pukul 15.30 WIB.

Baca juga: Polda DIY Periksa 16 Saksi Kasus Dugaan Intimidasi Kegiatan Ibadah di GMS Bantul

Mengantre

Purwanti (39), warga Kalurahan Pendowoharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, menjadi salah satu yang menggunakan layanan tersebut. 

Ia mengaku telah mengantre hampir satu jam untuk mendapatkan layanan tersebut.

"Kemarin kan datanya (data pengisian SPMB untuk anaknya) ada yang enggak pas dengan data yang sudah saya masukkan. Kemarin kan katanya error, terus disuruh coba sore. Sore sudah saya coba, tapi datanya masih yang lama, data salah, jadi mau betulin datanya," ucapnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved