Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Teror Api Rumah Seyegan Belum Berhenti, Tercatat 87 Kejadian Kebakaran 

Fenomena teror api misterius yang melanda kediaman Agusyani di Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman belum berhenti.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/IST
MASIH MUNCUL - Api yang muncul di salah satu titik rumah Agusyani di Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman baru-baru ini.  
Ringkasan Berita:
  • Teror api misterius yang melanda kediaman Agusyani di Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman belum berhenti.
  • Yang terkini, intensitas kemunculan titik api, bukan berhenti tetapi justru semakin tinggi bahkan titik api melebar ke lahan disamping rumah Agusyani. 
  • Menurut catatan terbaru hingga Rabu (3/6/2026) pagi, total akumulasi titik kebakaran di rumah dua lantai tersebut kini telah mencapai 87 kali kejadian. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Fenomena teror api misterius yang melanda kediaman Agusyani di Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman belum berhenti.

Hingga saat ini, intensitas kemunculan titik api, bukan berhenti tetapi justru semakin tinggi bahkan titik api melebar ke lahan disamping rumah Agusyani. 

Berdasarkan catatan terbaru hingga Rabu (3/6/2026) pagi, total akumulasi titik kebakaran di rumah dua lantai tersebut kini telah mencapai 87 kali kejadian.

Terbaru, pukul 09.50 WIB api membakar buku yang berada di ruang tengah. Kurang dari satu jam sebelumnya, pukul 09.12 WIB letupan api membakar lemari di ruang tengah.

Kebakaran lemari di ruang tengah ini juga sempat terjadi pada pukul 09.05 WIB. Pagi hingga siang di hari Rabu ini total 5 kebakaran

Tim gabungan dari para ahli UPN, UGM, BPPTKG hingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman telah turun ke lapangan untuk merumuskan penanganan, tetapi percikan api spontan terus mengintai seluruh sudut rumah. K

eluarga korban dipaksa terus bersiaga 24 jam penuh melawan kepungan api yang muncul secara acak.

Pelbagai upaya telah dilakukan. Selain menguras dan memperbaiki septictank yang diduga awal sebagai penyebab kemunculan gas metana, upaya lain dari lintas sektor juga dilakukan.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melakukan pengerukan rumpun bambu di Sungai Nepen yang tak jauh dari rumah Agus Yani di Kasuran, Seyegan, Sleman. Ada dua alat berat yang dikerahkan untuk melakukan pengerukan.

Cari Aliran Gas

Bupati Sleman Harda Kiswaya menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta, pakar geologi Prof. Basuki, serta tim ahli UGM.

Langkah darurat yang diambil saat ini adalah melakukan penggalian lubang evakuasi secara manual di area bendungan dan rumpun bambu berjarak 300 meter di belakang rumah, yang diindikasikan sebagai hulu migrasi gas metana rawa purba.

"Kami bikin lubang-lubang untuk mencari aliran gas itu di tempat-tempat yang dimungkinkan," ujar Harda.

Jika hasil laboratorium menunjukkan volume gas bumi ini sangat besar, pemerintah berencana mengamankan dan menyalurkannya untuk kemaslahatan energi warga.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved