Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Bukan Mistis, Teror Api Rumah Seyegan Barasal dari Gas: Bupati Sleman Upayakan Langkah Penanganan

Pemkab Sleman menegaskan, "teror api" misterius di rumah Agusyani di Mriyan X Kasuran tidak dipicu faktor mistis

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Hendy Kurniawan
RISET GAS - Riset lanjutan digelar sejumlah pihak di Kali Konteng, tepatnya di bawah Bendung Selokan Gembung Krusuk, Seyegan, Sleman, Senin (1/6/2026). Bupati Sleman Harda Kiswaya mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta, pakar geologi Prof. Basuki, serta tim ahli dari UGM untuk merumuskan langkah-langkah penanganan.  

Ringkasan Berita:
  • Pemkab Sleman menegaskan, fenomena "teror api" misterius yang melanda rumah Agusyani di Padukuhan Mriyan X, Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, bukan disebabkan oleh faktor mistis.
  • Berdasarkan hasil observasi dan penelitian lintas sektoral yang melibatkan ahli memastikan bahwa kobaran api yang berulang dan bermunculan di beberapa titik diduga dipicu kebocoran gas dari bawah tanah.
  • Hingga Selasa (2/6/2026) malam atau hari kesebelas, teror api di rumah itu belum berhenti. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menegaskan bahwa fenomena "teror api" misterius yang muncul dan melanda rumah Agusyani di Padukuhan Mriyan X, Dusun Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, tidak disebabkan oleh faktor mistis.

Hasil observasi dan penelitian lintas sektoral yang melibatkan para ahli memastikan bahwa kobaran api yang terus berulang dan bermunculan di beberapa titik diduga dipicu oleh kebocoran gas dari bawah tanah.

Hingga Selasa (2/6/2026) malam, atau hari kesebelas sejak pertama kali muncul, teror api di rumah dua lantai tersebut sama sekali belum berhenti.

Tercatat sudah ada 83 titik api yang membakar berbagai barang penghuni rumah. Selepas petang kemarin, dua titik api kembali menyala hebat dan memicu kepanikan warga.

Sekitar pukul 18.56 WIB, kardus dan terpal di atas gerobak yang berada di sawah belakang rumah terbakar dengan kobaran menjilat setinggi dua meter.

Berselang sepuluh menit, api menyambar dapur dan merembet ke regulator tabung gas. Beruntung, kesiapsiagaan warga yang berjaga menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) berhasil meredam kebakaran sebelum meluas.

Total ada lima titik api baru yang muncul dalam sehari kemarin, termasuk satu titik yang menyambar sprei jemuran di utara rumah korban.

Berkoordinasi secara intensif 

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta, pakar geologi Prof. Basuki, serta tim ahli dari UGM untuk merumuskan langkah-langkah penanganan. 

Satu di antara upaya yang dilakukan adalah dengan menggali lubang di beberapa titik yang diindikasikan sebagai sumber munculnya gas. 

"Kan dari UPN dan UGM kemarin katanya ada gas metana. Nah dalam rangka mencari itu sekarang itu bikin lubang-lubang untuk mencari aliran gas itu di tempat-tempat yang dimungkinkan (sumber gas)," kata Harda. 

Pembuatan lubang evakuasi gas ini difokuskan di area dekat rumpun bambu (dapuran pring) yang pernah terbakar, lokasinya berjarak 300an meter di belakang rumah Agusyani, serta area bendungan terdekat.

Langkah ini dilakukan secara hati-hati menggunakan cangkul terlebih dahulu guna menghindari risiko pengerukan massal yang dapat memicu semburan gas tidak terkendali. 

Kendati demikian, Harda menegaskan, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Sleman telah disiagakan penuh apabila sewaktu-waktu membutuhkan alat berat untuk penggalian lubang. 

Jika gas besar, bisa dimanfaatkan 

Menurut Bupati, jika hasil penelitian laboratorium menunjukkan volume gas yang ditemukan sangat besar, pemerintah berencana memanfaatkannya untuk kemaslahatan warga. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved