Misteri Api di Rumah Warga Sleman

'Teror Api' di Seyegan, Prof Basuki: Fenomena Unik yang Bisa Diurai Secara Ilmiah

Menggunakan dua senter, Prof Basuki melihat gelembung-gelembung kecil di permukaan air sumur. Apakah itu gelembung gas?

Tayang:
Penulis: Hendy Kurniawan | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Hendy Kurniawan
OBSERVASI: Prof Basuki Rahmad melakukan observasi di area sekitar rumah Agus Yani di Seyegan, Sleman, Selasa (2/6/2026) petang. 
Ringkasan Berita:
  • Dekan FTEM UPN Yogyakarta observasi lanjutan dan menggali informasi dari warga terkait kemunculan titik api misterius di Seyegan, Sleman.
  • Peneliti menemukan gelembung kecil di sumur warga yang sempat mengeluarkan bau gas.
  • Warga sekitar melaporkan adanya fenomena rumpun bambu dan area sawah yang sempat terbakar sendiri tanpa sebab yang jelas beberapa bulan lalu.
  • Tim Geofisika UPN dijadwalkan turun melakukan pemetaan untuk meneliti sumber gas ilmiah di balik peristiwa unik tersebut.

 

TRIBUNJOGJA.COM - Dekan Fakultas Teknik Mineral dan Energi (FTEM) UPN "Veteran" Yogyakarta, Prof Basuki Rahmad, kembali melakukan observasi di rumah Agus Yani di Kasuran, Seyegan, Sleman, Selasa (2/6/2026) sore hingga petang. Kedatangannya kali ini termasuk menggali data-data pun informasi dari warga sekitar.

Ditemani putri sulung Agus, H. Mutfiana, Basuki ditunjukkan titik-titik api baru yang muncul kemarin dan hari ini. Termasuk melihat bekas api yang muncul di dua lahan tetangga Agus. 

Penelusuran sumber api

Selepas itu, mereka menyusuri pematang dan jalan setapak menuju ke Bendung Selokan Gembung Krusuk, Dusun Nepen, Seyegan, sekitar 300 meter ke arah timur rumah Agus. Sebelumnya, Basuki memantau sumur salah satu warga Nepen. 

Beberapa waktu lalu, tercium bau gas di sumur itu saat akan digali karena air mengering. Menggunakan dua senter, Prof Basuki melihat gelembung-gelembung kecil di permukaan air sumur.

Apakah itu gelembung gas? Perlu diteliti lebih jauh. "Misal pun itu gas, (intensitasnya) cukup lemah," ujarnya. 

Cerita rumpun bambu yang terbakar

Berbincang sejenak dengan warga, Basuki mendapat informasi soal terbakarnya rumpun bambu dan sawah tak jauh dari bendung.

Setahun lalu, rumpun bambu itu terbakar sendiri. 

Begitu pula dengan sedikit area sawah di belakang pos ronda sekitar empat bulan lalu. Api membara nirsebab.

Anak-anak mencium aroma gas

Beranjak ke bendung, Basuki mendapat informasi bahwa anak-anak yang sedang memancing mencium aroma gas.

Lima anak itu pun diajak berbincang tentang pengakuan tersebut. 

Area di mana bau gas tercium itu merupakan salah satu titik yang diteliti sendiri oleh Basuki pada Senin (1/6/2026) kemarin. 

Fenomena alam yang bisa dijelaskan secara ilmiah

"Informasi-informasi ini tentu berharga. Tim Geofisika (UPN) besok akan turun untuk melakukan pemetaan. Yang jelas ini adalah fenomena alam, bisa dijelaskan secara ilmiah," jelas Basuki. 

Di tengah perjalanan, saya sempat berbincang dengan Basuki. Dia mengatakan bahwa apa yang terjadi di Seyegan ini adalah peristiwa unik yang belum pernah ditemuinya.

Untuk itulah perlu dilakukan pendalaman riset, dengan tujuan mengetahui dari mana sumber gas dan bagaimana bisa membakar barang-barang di rumah Agus, termasuk barang di lahan belakang dua tetangganya. (*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved