Ucapkan Selamat Tinggal pada Asap Knalpot di Malioboro Mulai November Ini

Pemerintah menargetkan kawasan wisata Malioboro akan bebas kendaraan bermotor mulai akhir November mendatang

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Miftahul Huda
PDAT - Lalu lintas di Jalan Malioboro Kota Yogyakarta mulai terlihat padat merayap memasuki long weekend Iduladha 1447 H, Kamis (28/5/2026) 

 

Ringkasan Berita:
  • Kawasan Malioboro ditargetkan bebas kendaraan bermotor dan bentor mulai akhir November 2026 demi mewujudkan Zona Emisi Rendah (LEZ) di Sumbu Filosofi.
  • Hanya kendaraan non-BBM dan ramah lingkungan seperti becak kayuh, becak listrik, Trans Jogja, serta kendaraan darurat yang diizinkan melintas.
  • Sebagai langkah awal, 50 bentor telah dimusnahkan dan pengemudinya difasilitasi becak listrik, menambah total 260 unit yang kini beroperasi.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah menargetkan kawasan wisata Malioboro akan bebas kendaraan bermotor mulai akhir November mendatang.

Nantinya, kawasan Malioboro hanya boleh dilintasi kendaraan non-bahan bakar minyak (BBM).

Sementara becak motor dan kendaraan berbahan bakar BBM tidak diizinkan melintas.

Langkah ini jadi bagian dari upaya merealisasikan satu area Low Emission Zone (LEZ) alias zona emisi rendah di sepanjang kawasan Malioboro.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti mengungkapkan salah satu upaya untuk membebaskan kawasan Malioboro adalah dengan melakukan pembatasan terhadap bentor dan kendaraan pribadi.

Ditargetkan pada November mendatang, bentor sudah tidak ada lagi di kawasan Malioboro.

"Target yang terdekat adalah di akhir November nanti enggak ada bentor di Malioboro. Jadi yang boleh melintas kan hanya yang non-BBM, seperti becak kayuh sama becak listrik. Itu target terdekat ya," ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Menurut Erni, setelah menjadi kawasan LEZ, nantinya akses kendaraan yang melintasi Malioboro akan sangat terbatas.

Hanya moda transportasi khusus yang diizinkan melintasi ikon wisata Kota Yogyakarta tersebut.

"Jadi kan di sana low emission zone. Yang boleh melintas hanya kendaraan darurat, becak kayuh, becak listrik, lalu juga Trans Jogja. Untuk Trans Jogja juga kita upayakan nanti ada tambahan bus listriknya, supaya layanan semakin baik," imbuhnya.

Baca juga: Kesaksian Keluarga Balita Naura: Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan Sleman

Bentor Mulai Dimusnahkan

BECAK LISTRIK - Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjajal becak listrik bantuan dari PT KAI di KUPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Rabu (3/6/2026).
BECAK LISTRIK - Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjajal becak listrik bantuan dari PT KAI di KUPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Rabu (3/6/2026). (Tribun Jogja/Dok. KAI Daop 6 Yogyakarta)

Sebagai langkah awal menuju kawasan LEZ, pemerintah DIY dan Kota Yogyakarta mulai melakukan pemusnahan bentor.

Sebanyak 50 bentor dimusnahkan dengan menggunakan alat berat pada Rabu (3/6/2026) kemarin.

Kegiatan pemusnahan ini dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan rangkaian HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved