Misteri Api di Rumah Warga Sleman
Pandangan Para Ahli soal Penyebab 'Teror' Api di Rumah Warga Seyegan: Temuan Tim UGM, UPN, BPPTKG
Tim UGM, UPN, BPPTKG, BRIN, PUP ESDM DIY menyampaikan hasil observasi soal penyebab fenomena teror api atau kebakaran berulang di Seyegan
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Tim ahli dari UGM, UPN, BPPTKG, BRIN, dan Pemda DIY memaparkan hasil sementara penyelidikan teror api di Seyegan.
- UGM menduga kebakaran dipicu akumulasi gas hidrogen dan fosfin dari limbah organik.
- BPPTKG meneliti kemungkinan pemantik api dari listrik statis atau gas fosfin yang mudah terbakar.
- UPN menilai fenomena ini terkait pergerakan gas alam bawah tanah yang mencari jalan keluar ke permukaan.
- Pemkab Sleman berkomitmen jalankan rekomendasi ahli dan pastikan dampingi keluarga korban.
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sejumlah tim ahli lintas sektor dari UGM, UPN, BPPTKG, BRIN, hingga Dinas PUP ESDM Pemda DIY berkumpul untuk menyampaikan hasil sementara dari observasi mengenai penyebab fenomena teror api atau kebakaran berulang yang terjadi di kediaman Agusyani, di Dusun Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman.
Penentu langkah mitigasi darurat
Sinergi lintas ahli ini penting sebab fenomena langka ini belum masuk ke dalam 12 daftar Kajian Risiko Bencana Daerah.
Sinkronisasi hasil data lapangan diperlukan, terutama bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman untuk menentukan langkah mitigasi darurat.
Pertemuan para ahli ini berlangsung di Kantor Kapanewon Seyegan, pada Kamis (4/6/2026) sore.
Dalam pertemuan yang difasilitasi Pemkab Sleman ini, para ahli dari masing-masing instansi memaparkan hasil sementara dari temuan di lapangan.
Tim UGM: hipotesis soal hidrogen, gas fosfin, bertemu oksigen
Satu di antaranya disampaikan Dosen Departemen Teknik Geologi dan Lingkungan (DTGL) UGM, Dr. Sarju Winardi.
Menurut dia, melalui tiga rangkaian observasi dan pengukuran menggunakan detektor gas serta teknologi kamera thermal sejak akhir Mei hingga awal Juni 2026, tim ahli Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM mengonfirmasi bahwa rentetan kejadian api berulang di rumah Agusyani dipicu oleh akumulasi gas hidrogen (H2) konsentrasi tinggi, bukan karena faktor mistis.
Dr. Sarju menjelaskan, pengukuran lapangan menunjukkan kadar hidrogen di dalam ruangan melonjak ekstrem hingga mencapai 40 ppm bahkan hasil pengukuran bisa didapati hingga menyentuh 2.500 ppm pada saluran pipa air. Ini jauh melampaui kondisi normal atmosfer yang hanya 5 ppm. Tim mendeteksi lonjakan ini terjadi secara spontan di siang hari di tengah kerumunan orang. Fakta ini sekaligus menepis anggapan bahwa api hanya muncul saat rumah kosong.
"Jadi, nyuwun sewu ini menepis anggapan bahwa api itu keluarnya nunggu tidak ada orang. Banyak orang gitu ya, siang-siang juga apinya nyala juga. Nah, pada saat api nyala di kamar itu dan kami melakukan deteksi, terbaca gas hidrogen yang sangat tinggi sampai 40 ppm. Normalnya gas di udara itu hidrogen hanya 5 ppm," kata dia.
Tim UGM menyusun hipotesis bahwa gas hidrogen terbentuk dari proses dark fermentation limbah organik pemotongan ayam di belakang rumah yang telah merembes ke bawah lantai selama bertahun-tahun. Gas hidrogen yang sangat ringan ini kemudian berasosiasi dengan gas fosfin (PH3), gas yang terbentuk dari material kaya fosfat seperti tulang dan bulu ayam.
Sifat gas fosfin yang sangat reaktif dan mudah menyala pada suhu kamar bertindak sebagai pemantik utama yang membakar gas hidrogen saat bersentuhan dengan oksigen.
Empat rekomendasi tim UGM
Untuk memutus rantai segitiga api yakni bahan bakar, panas, dan oksigen serta untuk menjamin keselamatan penghuni rumah, tim ahli UGM mengeluarkan empat rekomendasi.
Pertama, seluruh sirkulasi udara di dalam rumah harus dibuka selebar-lebarnya agar gas hidrogen yang melayang di udara dapat segera terbuang keluar dan tidak mengumpul di dalam ruangan. Kedua, penggunaan kipas angin besar atau blower untuk menghalau akumulasi rembesan gas bawah tanah agar tidak mencapai kadar jenuh yang rawan memantik api.
Ketiga, seluruh perabot rumah tangga yang bersifat mudah terbakar, harus dikeluarkan dari dalam rumah karena media tersebut terbukti menjadi tempat terjebaknya gas. Keempat tim UGM membantu melakukan solusi dengan pengeboran tanah di empat titik strategis untuk menyuntikkan cairan basa (air kapur). Langkah ini bertujuan menjenuhkan tanah guna menekan dan menonaktifkan aktivitas bakteri Clostridium, yakni mikroorganisme yang bertanggung jawab mengubah limbah organik menjadi gas hidrogen.
Api
Misteri
Seyegan
Sleman
Geolog UGM
Pakar Geologi
UPNVY
BPPTKG
kebakaran
gas metana
Hidrogen
FOSFIN
listrik statis
| Dua Pekan Keluarga Agusyani Diteror Api, dan Lagi, Gulungan Kabel Terbakar |
|
|---|
| Selain Hidrogen, Tim PKPE UGM Sebut Kemungkinan Adanya Gas Fosfin di Rumah Agus Yani di Seyegan |
|
|---|
| Belum Berhenti, Dua Pekan Keluarga Agus Yani di Sleman 'Diteror' Api |
|
|---|
| Teror Api Rumah Seyegan Belum Berhenti, Tercatat 87 Kejadian Kebakaran |
|
|---|
| Bukan Mistis, Teror Api Rumah Seyegan Barasal dari Gas: Bupati Sleman Upayakan Langkah Penanganan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pandangan-Para-Ahli-soal-Penyebab-Teror-Api-di-Rumah-Warga-Seyegan-Temuan-Tim-UGM-UPN-BPPTKG.jpg)