Langkah Serius Pemda DIY Sikapi Kekerasan Jalanan: Perkuat Pendidikan Karakter hingga Hukuman Tegas
Pemda DIY merespons beberapa aksi kekerasan jalanan atau kerap disebut klithih yang masih marak terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Pemda DIY menyiapkan sejumlah langkah serius dalam menyikapi aksi kekerasan jalanan yang masih marak terjadi di wilayah Kota Pelajar.
- Di antaranya penguatan pendidikan karakter hingga skema hukuman yang lebih tegas terhadap pelaku kekerasan jalanan.
- Berdasarkan catatan Jogja Police Watch (JPW) Aksi kejahatan jalanan masih marak terjadi dalam kurun waktu Januari-April 2026
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemda DIY menyiapkan sejumlah langkah serius dalam menyikapi aksi kekerasan jalanan yang masih marak terjadi di wilayah Kota Pelajar.
Di antaranya penguatan pendidikan karakter hingga skema hukuman yang lebih tegas terhadap pelaku kekerasan jalanan.
Langkah tersebut sebagai respons beberapa aksi kekerasan jalanan atau kerap disebut klithih yang masih marak terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Terbaru, seorang pelajar SMK berinisial SW (19) meninggal dunia usai menjadi korban pelemparan batu oleh pelaku aksi kekerasan jalanan di Sleman.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menilai fenomena kekerasan jalanan tidak bisa dilepaskan dari cara remaja saat ini memaknai pertemanan dan lingkungan sosialnya.
“Jadi begini ya, saya tidak tahu persis bagaimana anak-anak muda sekarang itu melihat arti pertemanan. Makanya InsyaAllah minggu depan atau dua minggu lagi, kita ada kebijakan khusus untuk pendidikan, seperti penguatan pendidikan karakter,” kata Ni Made.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut diarahkan untuk membangun fondasi nilai dalam kehidupan sosial siswa.
“Harapan besarnya adalah, siswa itu memperoleh nilai-nilai tentang bagaimana cara dia hidup, berteman, berkomunikasi, dan bergaul dengan baik. Masalah ini tidak bisa kita salahkan hanya pada si anak semata. Kita juga harus bicara tentang lingkungannya seperti apa, dan keluarganya seperti apa. Butuh support dari semua pihak,” ujarnya.
Baca juga: Polisi Amankan Dua Remaja Pelaku Kekerasan Jalanan di Bantul
Program Pencegahan
Menurutnya, berbagai program pencegahan sebenarnya telah dijalankan, namun belum sepenuhnya efektif karena kuatnya pengaruh lingkungan terhadap perilaku remaja.
“Kemarin Dewan juga bertanya soal program yang sudah dilakukan. Sebenarnya sudah banyak program untuk itu, tapi kembali lagi pada seberapa kuat pengaruh lingkungan terhadap anak tersebut. Sangat disayangkan sekali,” katanya.
Selain itu, persoalan anak putus sekolah juga menjadi perhatian serius Pemda DIY.
Data menunjukkan faktor ekonomi menjadi penyebab dominan.
“Termasuk kemarin kita diskusi soal anak putus sekolah. Ternyata angka yang besar itu bukan karena mereka tidak mau sekolah, melainkan hampir 60-70 persen data yang kami terima menunjukkan mereka putus sekolah karena harus bekerja. Jadi kita sedih juga melihat fakta itu,” ucap Ni Made.
Hukuman Tegas
Ia menegaskan, penanganan klitih membutuhkan pendekatan menyeluruh.
| Alasan Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Setelah Dibuka Beberapa Jam |
|
|---|
| Kedok Laki-laki Jadian di Malang Terbongkar Saat Malam Pertama |
|
|---|
| Dubes Inggris Kunjungi Stasiun Yogyakarta, Perkuat Kolaborasi Perencanaan Tata Kota Terintegrasi |
|
|---|
| Hampir 5 Bulan Hilang, Kades Sambeng Magelang Belum Juga Kembali |
|
|---|
| ASN Pemda DIY Bakal WFH Tiap Hari Rabu, Ini Alasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jogja-Darurat-Klitih.jpg)