Curhat Ibu Rumah Tangga di Kulon Progo soal Mahalnya Harga Bapok, Harus Pintar-pintar Berhemat

Sumiatun (58), ibu rumah tangga asal Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan. Ia mengeluh banyak bapok yang harganya semakin mahal.

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Alexander Aprita
HARGA BAPOK NAIK: Sumiatun (kiri) menunjukkan isi paket sembako yang dibelinya dengan harga murah di Kantor Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan, Kulon Progo, Jumat (22/05/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah ibu rumah tangga di Kulon Progo mengeluhkan harga bahan pokok yang semakin mahal dan sulit dijangkau.
  • Warga memilih berhemat, membeli kebutuhan sedikit-sedikit, hingga rela antre demi mendapatkan paket sembako murah.
  • Pelajar SMP Al-Azhar 12 Rawamangun menggelar pembagian sembako murah di Kalurahan Depok sebagai bagian kegiatan sosial masyarakat.

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Para ibu rumah tangga di Kulon Progo kini harus berhadapan dengan harga sejumlah komoditas bahan pokok (bapok) yang meningkat. Mereka pun harus memutar otak untuk mencari cara agar kebutuhan sehari-hari di rumah tetap terpenuhi.

Seperti Sumiatun (58), ibu rumah tangga asal Kalurahan Depok, Kapanewon Panjatan. Ia mengeluh banyak bapok yang harganya semakin mahal.

Rasanya semakin tak terjangkau

"Banyak yang lagi mahal sekarang, rasanya semakin tidak terjangkau," tuturnya ditemui di Kantor Kalurahan Depok, Jumat (22/05/2026).

Adapun Sumiatun tinggal bersama suami yang sudah pensiun dan anak bungsunya yang baru selesai kuliah. Sedangkan 2 anaknya yang lain sudah menikah dan bekerja di daerah lain.

Ia pun harus pintar-pintar mengatur uang belanja bahan pangan untuk makan sehari-hari. Salah satunya dengan membeli hanya sedikit-sedikit.

"Yang penting bisa terpenuhi untuk kebutuhan sehari-hari," kata Sumiatun.

Pujiasih (45), ibu rumah tangga lainnya juga mengeluhkan hal serupa. Ia harus memikirkan bagaimana bisa belanja bahan pangan yang cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari bagi suami dan 2 anaknya.

Rela antre kalau ada paket sembako murah

Selain harus berhemat, ia juga rajin mencari info tentang toko yang menjual bahan pangan dengan harga lebih murah. Termasuk rela mengantre saat ada pembagian paket sembako murah.

Seperti yang ia lakukan di Kantor Kalurahan Depok, mengantre sejak pagi demi mendapatkan paket sembako yang bisa ditebus dengan murah.

Ia bersyukur bisa menghemat lebih banyak pengeluaran, namun kebutuhan sehari-hari tetap bisa terpenuhi.

"Saya juga berharap harga bahan pokok bisa turun seperti dulu-dulu lagi," ujar Pujiasih.

Siswa SMP berbagi

Aksi bagi-bagi sembako murah diinisiasi oleh para pelajar SMP Al-Azhar 12 Rawamangun, Jakarta. Mereka datang dalam rangka kegiatan Studi Orientasi Masyarakat, salah satunya belajar tentang kehidupan masyarakat di desa atau kalurahan.

Kepala SMP Al-Azhar 12 Rawamangun, Agus Santoso mengatakan paket sembako itu ditebus seharga Rp 50 ribu dari nilai sebenarnya sekitar Rp 100 ribu. Pembelian menggunakan kupon yang sebelumnya dibagikan ke warga.

"Nanti uang hasil penjualan paket sembako akan dikembalikan lagi ke masyarakat di sini untuk memenuhi segala kebutuhan mereka," jelas Agus.(alx)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved