Sebanyak 451 Warga Kulon Progo Terima KKS dari Pusat, Digunakan untuk Ambil Bansos

Kepala Dinsos-PPPA Kulon Progo, Ernawati Sukeksi menjelaskan KKS merupakan salah satu program inovasi Kemensos RI dalam menyalurkan bansos

Tayang:
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Alexander Aprita
BANSOS: Proses penyaluran KKS di Kantor Dinsos-PPPA Kulon Progo, Kamis (21/05/2026). Sebanyak 451 keluarga di Kulon Progo menerima KKS yang merupakan program dari pusat. 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 451 warga Kulon Progo menerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari Kemensos RI melalui Dinsos-PPPA.
  • KKS berfungsi seperti kartu ATM untuk mencairkan bansos PKH dan BPNT, dengan jumlah penerima berkurang setelah verifikasi.
  • Bantuan diharapkan digunakan bijak untuk kebutuhan pangan, sementara warga harus antre panjang saat penyaluran.

 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Sebanyak 451 warga Kulon Progo mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI. KKS disalurkan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Kulon Progo.

Kepala Dinsos-PPPA Kulon Progo, Ernawati Sukeksi menjelaskan KKS merupakan salah satu program inovasi dari Kemensos RI dalam menyalurkan bantuan sosial (bansos).

Semacam kartu ATM untuk ambil bansos

"KKS fungsinya semacam ATM bagi KPM (Keluarga Penerima Manfaat) agar bisa mengambil uang bansos melalui Himbara (Himpunan Bank Negara) yang sudah ditunjuk," jelas Ernawati ditemui pada Kamis (21/05/2026).

Menurut data Kemensos RI, penerima KKS dari Kulon Progo ada sebanyak 491 KPM. Namun setelah Dinsos-PPPA Kulon Progo melakukan verifikasi dan validasi, jumlahnya berkurang menjadi 451 KPM.

Ernawati menjelaskan berkurangnya jumlah penerima karena sejumlah faktor. Seperti karena pindah domisili, sudah dianggap mampu secara ekonomi, hingga karena meninggal dunia.

"21 di antaranya dalam kondisi mampu secara ekonomi, sedangkan penerima KKS harus di desil 1 sampai 4," ujarnya.

Bansos yang bisa diklaim dengan KKS adalah Program Keluarga Sejahtera (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Ada KPM yang menerima dua bantuan sekaligus, namun ada juga yang hanya salah satunya.

Kebutuhan pangan

Pemantauan pun akan dilakukan terhadap para KPM, guna memastikan bantuan yang diberikan dimanfaatkan dengan bijak. Terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari agar lebih sejahtera.

"Lewat bantuan ini, KPM bisa mendapat makanan yang cukup dan sehat, sehingga kondisi mereka lebih baik untuk mendapatkan penghasilan," kata Ernawati.

Penyaluran KKS dilakukan sejak 2 hari terakhir, pada Rabu (20/05/2026) dan Kamis ini. Warga pun perlu mengantre cukup lama karena proses yang dilewati cukup banyak.

Salah satu penerima KKS adalah Dwi Nuryanti, asal Kapanewon Samigaluh. Ibu 2 anak ini tiba di Kantor Dinsos-PPPA Kulon Progo sejak pukul 10.00 WIB dan sudah menjumpai antrean panjang.

"Saya cuma disuruh datang saja untuk ambil undangan lalu mengantre untuk ambil KKS," ujar Dwi.

Ia sendiri awalnya belum tahu fungsi dari KKS sendiri. Apalagi ia mengaku baru kali ini keluarganya masuk sebagai penerima bansos dari pemerintah.

Setelah mendapatkan KKS, Dwi diberitahu bahwa kartunya baru bisa digunakan seminggu lagi. Kartu itu bisa digunakan di mesin ATM bank yang ditunjuk sebagai penyalur bantuan.

"Semoga bantuannya bermanfaat, sebab sangat membantu kami," katanya.(alx)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved