Semalam, Gunung Merapi Luncurkan Lava Pijar Sebanyak 8 Kali ke Arah Kali Putih

Aktifitas vulkanik Gunung Merapi dalam kurun waktu enam jam terakhir masih cukup tinggi.

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/magma.esdm.go.id
Aktivitas Gunung Merapi, Kamis (7/5/2026) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktifitas vulkanik Gunung Merapi dalam kurun waktu enam jam terakhir masih cukup tinggi.

Tercatat ada delapan kali guguran lava pijar selama periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB.

Luncuran lava mengarah ke Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1800 meter.

"Teramati 8 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1800 meter,"tulis dalam laporan harian di laman magma.esdm.go.id yang dikutip Tribun Jogja, Jumat (22/5/2026).

Kemudian, di periode yang sama, tercatat ada 18 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-17 mm dan lama gempa 46.35-185.78 detik.

 Kemudian 14 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-28 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 23.4-53.32 detik.

Sementara secara visual, puncak gunung terlihat jelas. Asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tebal tinggi sekitar 425 meter dari puncak. Cuaca berawan hingga mendung, angin tenang ke arah utara.

Baca juga: Bukannya Dapat Ikan, Pemuda di Sleman Malah Kena "Pancing" Teman Sendiri, Motor Nmax Raib


 
Suhu udara sekitar 19.4-20.6°C. Kelembaban 92.3-98 persen. Tekanan udara 874.3-916.7 mmHg.

Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus Siaga atau Level III.

BPPTKG meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi bahaya yang ada, terutama pada sektor-sektor berikut:

  • Sektor Selatan-Barat Daya: Sungai Boyong (5 km), Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (7 km).
  • Sektor Tenggara: Sungai Woro (3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
  • Erupsi Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
    Peringatan Penting:

Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya tersebut.

Selain itu, warga diimbau mewaspadai potensi bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di hulu sungai, serta mengantisipasi gangguan abu vulkanik.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Merapi akan terus dipantau secara ketat. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status aktivitas akan segera ditinjau kembali. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved