Pemda DIY Usulkan Bus Sekolah untuk Wilayah Pinggiran, Lengkapi Layanan Trans Jogja

Pemda DIY mengusulkan pengadaan bus sekolah ke Kemenhub, dengan skema layanan yang dirancang melengkapi, bukan bersaing dengan Trans Jogja

Tribun Jogja/Istimewa
ILUSTRASI - Bus sekolah bantuan pemerintah disiapkan untuk memperluas akses transportasi pelajar di wilayah pinggiran DIY. Pemerintah Daerah DIY mengusulkan penambahan armada berkapasitas 19 penumpang ke Kementerian Perhubungan, dengan rute di luar jalur Trans Jogja. Selain mendukung mobilitas siswa SMA/SMK dan SLB, bus juga dirancang menunjang program Wajib Kunjung Museum. 

Ringkasan Berita:
  • Pemda DIY mengusulkan pengadaan bus sekolah ke Kementerian Perhubungan dengan skema layanan yang dirancang melengkapi Trans Jogja
  • Arah layanan akan lebih difokuskan ke luar kawasan perkotaan yang masih minim pilihan moda angkutan
  • Dishub DIY mengajukan kebutuhan dua unit bus untuk setiap kabupaten, dengan kendaraan yang direncanakan berukuran lebih kecil dibanding bus Trans Jogja, berkapasitas sekitar 19 penumpang.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Akses transportasi bagi pelajar di wilayah pinggiran DIY masih menjadi pekerjaan rumah tersendiri. 

Untuk menjawab kebutuhan itu, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY mengusulkan pengadaan bus sekolah ke Kementerian Perhubungan, dengan skema layanan yang dirancang melengkapi, bukan bersaing dengan Trans Jogja.

Kebutuhan transportasi pelajar, khususnya untuk jenjang SMA/SMK dan sekolah luar biasa (SLB) yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, dinilai belum sepenuhnya terfasilitasi angkutan umum yang ada.

Di sejumlah wilayah kabupaten, jangkauan layanan masih terbatas, sementara aktivitas belajar menuntut mobilitas rutin dan terjadwal.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Chrestina Erni Widyastuti, menegaskan bahwa bus sekolah yang diusulkan akan memiliki rute berbeda dari jaringan Trans Jogja.

“Yang tentunya ini tidak mengganggu jalur Trans Jogja,” ujarnya.

Fokus Luar Kawasan Perkotaan 

Menurut dia, arah layanan lebih difokuskan ke luar kawasan perkotaan.

Pertimbangannya, wilayah kota dinilai sudah memiliki tingkat kepadatan transportasi yang relatif tinggi dan lebih banyak pilihan moda angkutan.

“Jadi mungkin akan banyak yang ada di luar ya, di kabupaten, karena di kota sudah cukup padat,” katanya.

Dengan demikian, program ini ditempatkan sebagai pengisi celah layanan transportasi di wilayah yang belum tercover angkutan massal.

Baca juga: 270 Kilometer Jalan di DIY Perlu Perbaikan, Pemda DIY Ajukan Inpres Rp400 Miliar

Skema Armada dan Jangkauan

Dalam usulannya, Dishub DIY mengajukan kebutuhan dua unit bus untuk setiap kabupaten.

Kendaraan yang direncanakan berukuran lebih kecil dibanding bus Trans Jogja, dengan kapasitas sekitar 19 penumpang.

“Bukan yang bus-bus besar ya, kapasitasnya lebih kecil untuk 19 orang,” paparnya.

Pemilihan ukuran tersebut dimaksudkan agar armada lebih fleksibel menjangkau ruas jalan di wilayah pinggiran yang tidak selalu memungkinkan dilalui bus besar.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved