Pemda DIY Usulkan Bus Sekolah untuk Wilayah Pinggiran, Lengkapi Layanan Trans Jogja

Pemda DIY mengusulkan pengadaan bus sekolah ke Kemenhub, dengan skema layanan yang dirancang melengkapi, bukan bersaing dengan Trans Jogja

Tribun Jogja/Istimewa
ILUSTRASI - Bus sekolah bantuan pemerintah disiapkan untuk memperluas akses transportasi pelajar di wilayah pinggiran DIY. Pemerintah Daerah DIY mengusulkan penambahan armada berkapasitas 19 penumpang ke Kementerian Perhubungan, dengan rute di luar jalur Trans Jogja. Selain mendukung mobilitas siswa SMA/SMK dan SLB, bus juga dirancang menunjang program Wajib Kunjung Museum. 

Selain itu, kapasitas yang lebih kecil dinilai memadai untuk melayani kelompok pelajar dalam satu lintasan rute tertentu.

Fungsi bus sekolah tidak terbatas pada antar-jemput kegiatan belajar harian.

Armada juga direncanakan mendukung program Wajib Kunjung Museum bagi pelajar di DIY, kebijakan yang diinisiasi Dinas Kebudayaan DIY sebagai bagian dari penguatan pendidikan berbasis budaya.

“Bus untuk memfasilitasi anak-anak karena memang pemerintah daerah mewajibkan anak-anak sekolah itu wajib kunjung museum,” ungkapnya.

Pelaksanaan teknis kunjungan museum akan dikelola oleh Dinas Kebudayaan DIY, termasuk pengaturan jadwal dan penjemputan siswa.

“Anak-anak nanti akan dijemput. Nanti ini Dinas Kebudayaan yang akan handle," kata dia.

Dengan skema ini, satu kebijakan transportasi diharapkan sekaligus mendukung agenda pendidikan formal dan penguatan literasi budaya.

Efisiensi dan Pola Operasional

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menambahkan bahwa pemanfaatan armada dirancang tidak eksklusif untuk satu sekolah.

Satu unit bus dapat digunakan oleh beberapa sekolah dalam satu wilayah melalui sistem perjalanan bolak-balik.

“Kita bicara, 'Oh, ini ada dekat di mana?', dia berhenti di situ bisa. Nanti kan dia bisa bolak-balik,” kata dia.

Skema tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan armada, sehingga dengan jumlah unit yang terbatas, jangkauan layanan tetap dapat diperluas.

Secara keseluruhan, usulan bus sekolah ini mencerminkan pendekatan bertahap dalam memperluas akses transportasi pendidikan di DIY.

Alih-alih memperluas jaringan Trans Jogja secara langsung, pemerintah daerah memilih menghadirkan layanan khusus yang menyesuaikan kebutuhan wilayah pinggiran.

Jika disetujui pemerintah pusat, program ini diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat mobilitas pelajar sekaligus menunjang kebijakan pendidikan daerah secara lebih terintegrasi. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved