Pemda DIY Usulkan Bus Sekolah untuk Wilayah Pinggiran, Lengkapi Layanan Trans Jogja
Pemda DIY mengusulkan pengadaan bus sekolah ke Kemenhub, dengan skema layanan yang dirancang melengkapi, bukan bersaing dengan Trans Jogja
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Selain itu, kapasitas yang lebih kecil dinilai memadai untuk melayani kelompok pelajar dalam satu lintasan rute tertentu.
Fungsi bus sekolah tidak terbatas pada antar-jemput kegiatan belajar harian.
Armada juga direncanakan mendukung program Wajib Kunjung Museum bagi pelajar di DIY, kebijakan yang diinisiasi Dinas Kebudayaan DIY sebagai bagian dari penguatan pendidikan berbasis budaya.
“Bus untuk memfasilitasi anak-anak karena memang pemerintah daerah mewajibkan anak-anak sekolah itu wajib kunjung museum,” ungkapnya.
Pelaksanaan teknis kunjungan museum akan dikelola oleh Dinas Kebudayaan DIY, termasuk pengaturan jadwal dan penjemputan siswa.
“Anak-anak nanti akan dijemput. Nanti ini Dinas Kebudayaan yang akan handle," kata dia.
Dengan skema ini, satu kebijakan transportasi diharapkan sekaligus mendukung agenda pendidikan formal dan penguatan literasi budaya.
Efisiensi dan Pola Operasional
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menambahkan bahwa pemanfaatan armada dirancang tidak eksklusif untuk satu sekolah.
Satu unit bus dapat digunakan oleh beberapa sekolah dalam satu wilayah melalui sistem perjalanan bolak-balik.
“Kita bicara, 'Oh, ini ada dekat di mana?', dia berhenti di situ bisa. Nanti kan dia bisa bolak-balik,” kata dia.
Skema tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan armada, sehingga dengan jumlah unit yang terbatas, jangkauan layanan tetap dapat diperluas.
Secara keseluruhan, usulan bus sekolah ini mencerminkan pendekatan bertahap dalam memperluas akses transportasi pendidikan di DIY.
Alih-alih memperluas jaringan Trans Jogja secara langsung, pemerintah daerah memilih menghadirkan layanan khusus yang menyesuaikan kebutuhan wilayah pinggiran.
Jika disetujui pemerintah pusat, program ini diharapkan menjadi instrumen untuk memperkuat mobilitas pelajar sekaligus menunjang kebijakan pendidikan daerah secara lebih terintegrasi. (*)
| 8.066 Anak di DIY Putus Sekolah Karena Beragam Faktor, Begini Kata Plt Disdikpora |
|
|---|
| Terima Hibah Rp3,3 Miliar, PMI DIY Perkuat Layanan Medis dengan Alat Canggih dari Luar Negeri |
|
|---|
| Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2026, Pemda DIY Pacu Sektor Unggulan dan Akselerasi Belanja |
|
|---|
| Kebijakan WFH Bagi ASN DIY, BKD Terapkan Pengawasan Tiga Lapis hingga Ancaman Sanksi |
|
|---|
| Pemda DIY Berlakukan WFH Tiap Rabu, Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas 70 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ilustrasi-bus-sekolah-Pemda-DIY.jpg)