Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen pada 2026, Pemda DIY Pacu Sektor Unggulan dan Akselerasi Belanja

Bapperida DIY menjabarkan langkah-langkah taktis untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen di 2026

Tayang:
Tribun Jogja/IST
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIY, Danang Setiadi. 

 


TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menjawab target optimistis Gubernur DIY untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada tahun 2026, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) telah merumuskan peta jalan strategis. 

Target progresif ini dicanangkan menyusul tren positif pada triwulan IV 2025, di mana ekonomi DIY berhasil tumbuh 5,94 persen (year on year) dan menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa, meski berada di tengah situasi efisiensi anggaran belanja.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) DIY, Danang Setiadi, S.I.P., M.T., menjabarkan secara rinci langkah-langkah taktis pemerintah daerah. Motor utama pertumbuhan akan tetap mengandalkan kekuatan karakteristik wilayah DIY.

“Untuk mencapai pertumbuhan 6 persen tentunya Pemda DIY memperkuat sektor unggulan seperti pariwisata, ekonomi kreatif, dan jasa pendidikan sebagai motor utama pertumbuhan. Secara operasional, kegiatan yang dapat mendatangkan pergerakan wisatawan ke DIY terus didorong, misalnya dengan bekerjasama dengan pelaku wisata untuk mengembangkan paket-paket wisata yang senantiasa berkembang setiap periode,” papar Danang, Selasa (14/4/2026).

Selain sektor jasa dan pariwisata, Danang menegaskan bahwa Bapperida DIY juga mengawal ketat sektor pertanian yang mencatatkan tren positif sepanjang tahun 2025. Pemanfaatan program nasional pun turut dioptimalkan untuk mendongkrak rantai pasok lokal dan investasi.

“Termasuk juga untuk sektor pertanian yang tahun 2025 cukup baik pertumbuhannya. Di saat yang sama, sektor pertanian juga terus didorong melalui hilirisasi dan penguatan ketahanan pangan untuk menjaga keseimbangan struktur ekonomi. Pemda DIY mencoba memanfaatkan peluang dari program nasional seperti MBG untuk meningkatkan kinerja rantai pasok pertanian lokal sehingga bisa memberikan nilai tambah tinggi bagi daerah. Upaya peningkatan investasi dilakukan melalui kemudahan perizinan, kepastian berusaha, serta pengembangan proyek-proyek strategis yang mampu menarik partisipasi swasta,” jelasnya secara utuh.

Sebagai tuas pengungkit ekonomi dari dalam, Pemda DIY menerapkan kebijakan tata kelola anggaran belanja yang agresif namun terukur. Danang menyoroti pentingnya akselerasi serapan anggaran yang dibarengi dengan pengawasan level tinggi guna memastikan belanja pemerintah benar-benar memutar roda ekonomi kerakyatan.

“Dari sisi belanja pemerintah, Pemda DIY mendorong akselerasi pelaksanaan program dan kegiatan agar dapat memberikan stimulus bagi ekonomi lokal. Tentu saja, kualitas belanja diarahkan pada produk barang dan jasa lokal. Dari aspek operasional, pengendalian atas pelaksanaan program dan kegiatan tersebut dilakukan secara periodik dan Bapak Gubernur sendiri yang memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian triwulanan,” tegas Danang.

Secara komprehensif, kerangka kerja Bapperida DIY dalam mengejar target ekonomi 6 persen pada 2026 bermuara pada enam pilar utama. 

Pilar tersebut mencakup optimalisasi kualitas dan percepatan belanja APBD yang pro-growth, penguatan sektor unggulan (pariwisata dan ekonomi kreatif), peningkatan iklim investasi, pemberdayaan sektor UMKM, penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta langkah strategis pengendalian inflasi guna menjaga daya beli masyarakat di tingkat akar rumput.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved