Minat Anak Muda Jogja Terhadap Produk Syariah Melejit, Tapi Butuh Suntikan Edukasi
Generasi muda di DI Yogyakarta ternyata memiliki ketertarikan yang sangat tinggi terhadap tren ekonomi dan produk-produk syariah.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Anak muda di DI Yogyakarta ternyata memiliki ketertarikan yang sangat tinggi terhadap tren ekonomi dan produk-produk syariah.
- Dari urusan fesyen seperti pemilihan hijab, kuliner, hingga instrumen investasi, minat kaum Milenial dan Gen Z di Kota Gudeg ini terus menunjukkan grafik pertumbuhan.
- Akan tetapi, tingginya animo tersebut rupanya belum berbanding lurus dengan pemahaman teknis mereka, di mana masih banyak anak muda yang kebingungan terkait cara mengakses layanan produk syariah.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Generasi muda di DI Yogyakarta ternyata memiliki ketertarikan yang sangat tinggi terhadap tren ekonomi dan produk-produk syariah.
Mulai dari urusan fesyen seperti pemilihan hijab, kuliner, hingga instrumen investasi, minat kaum Milenial dan Gen Z di Kota Gudeg ini terus menunjukkan grafik pertumbuhan.
Namun, tingginya animo tersebut rupanya belum berbanding lurus dengan pemahaman teknis mereka, di mana masih banyak anak muda yang kebingungan terkait cara mengakses layanan produk syariah.
Fenomena ini terekam dalam peluncuran hasil riset bertajuk Youth Sharia Report 2026 yang diinisiasi oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Syariah DIY melalui diskusi publik yang digelar di Kota Yogyakarta, Kamis (4/6/26).
Ketua Umum HIPMI Syariah DIY, Fajaruddin Ahmad Muharom, mengungkapkan bahwa riset digulirkan untuk memotret secara riil basis pengambilan keputusan anak muda saat mengonsumsi produk syariah.
Melalui pemetaan perilaku, diharapkan para pelaku industri, perbankan, hingga pemerintah selaku regulator, dapat merumuskan kebijakan yang lebih presisi.
"Secara keseluruhan, pertumbuhan masyarakat yang menggunakan produk syariah ini sangat tinggi, tidak cuma di Indonesia tapi juga di dunia, bahkan dilirik oleh negara non-Muslim seperti Inggris," kata Fajar.
"Di Yogya potensinya sangat gede karena kita punya keunggulan sebagai pusat Muhammadiyah, disokong kuat oleh Nahdlatul Ulama dengan jaringan pesantrennya, serta menjamurnya organisasi non-afiliasi atau komunitas hijrah yang memengaruhi perilaku konsumen secara signifikan," tambahnya.
Berdasarkan data teknis Youth Sharia Report 2026 yang dihimpun pada 25 Februari hingga 7 Maret 2026 dengan melibatkan 488 responden, DIY menyumbang kontribusi sebesar 11,73 persen.
Sebanyak 94,25 persen responden mengaku familier dengan istilah-istilah ekonomi syariah dasar, seperti bank syariah, zakat, hingga produk-produk halal.
Antusiasme makin dipertegas dengan data bahwa 40,21 persen responden menyatakan sangat tertarik dan 28,04 persen lainnya mengaku tertarik mengeksplorasi lebih dalam produk maupun layanan berbasis syariah.
Sayangnya, tembok penghambat terbesar terletak pada aksesibilitas dan pemahaman produk, di mana 53,02 persen responden yang belum menggunakan produk syariah mengaku belum memahami cara mengakses layanan tersebut.
Beda tipis produk syariah dan konvensional
Sementara, terdapat 20,13 persen responden lainnya yang menilai belum ada perbedaan cukup gamblang antara produk syariah dan produk konvensional.
"Mereka kalau milih produk fesyen, misalnya hijab, sudah punya kesadaran syariah. Tapi ketika dihadapkan pada sektor perbankan atau investasi, mereka masih belum familiar dengan istilahnya. Nah, di sinilah stakeholder harus hadir melakukan edukasi yang tepat," cetusnya.
| Gelar Job Fair 2026, UAJY Jembatani Alumni dan Mahasiswa Masuk ke Dunia Kerja |
|
|---|
| Pansus RPPLH DPRD Kota Yogya Temukan Aturan Tumpang Tindih, Minta Eksekutif Segera Sinkronisasi |
|
|---|
| Ditanya soal Proses Hukum Nadiem Makarim, Ganjar Pranowo: Jangan Sampai Ada Kriminalisasi Hukum |
|
|---|
| Ganjar Pranowo Ajak Siswa SMA BOSA Yogyakarta Persiapkan Pengetahuan Hadapi Tantangan Global |
|
|---|
| Dolar AS Kian Perkasa, Sektor Pariwisata DIY Hadapi Dampak Ganda |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Diskusi-publik-peluncuran-hasil-riset-Youth-Sharia-Report-2026-HIPMI-Syariah-DIY-di-Yogyakarta.jpg)