Waspada Beras Oplosan, Ancaman Gizi dan Kesehatan di Balik Praktik Curang
Selain kehilangan nutrisi, Faurina mengingatkan bahwa beras oplosan berpotensi meningkatkan risiko penyakit kronis.
Tayang:
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
“Beras oplosan atau palsu cenderung mengapung saat direndam dalam air, sedangkan beras asli akan tenggelam karena berat jenisnya lebih tinggi. Air rendaman beras asli akan berubah menjadi keruh keputihan, sementara air rendaman beras palsu akan tetap jernih,” jelasnya.
Sedangkan untuk tes bakar, “Beras palsu yang terbuat dari plastik akan meleleh atau mengeluarkan bau plastik terbakar saat dibakar,” pungkasnya.
Dengan berbagai potensi risiko yang ditimbulkan, peredaran beras oplosan bukan lagi sekadar persoalan kecurangan dagang, melainkan sudah masuk dalam ranah darurat kesehatan masyarakat. (*)
Baca Juga
| Harga Komoditas Bahan Pokok di Pasar Bantul Mulai Naik, Warga Mulai Beralih Beli Beras Medium |
|
|---|
| Pura Pakualaman Gandeng FKKMK UGM, Gelar Bakti Sosial Dharma Mulyarja di Giripurwo Kulon Progo |
|
|---|
| Capaian Serapan Beras Perum BULOG DIY Tembus 91 Persen, Optimistis Lampaui Target Tahunan |
|
|---|
| Pemkab Magelang Kejar Predikat Wiwerda 2027, Program Kabupaten Sehat Terus Diperkuat |
|
|---|
| Gojek dan Kemenkes Fasilitasi Cek Kesehatan Gratis untuk Mitra Driver di 17 Kota Yogyakarta |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/beras-naik-harga.jpg)