Sempat Didiskualifikasi, 88 Siswa Lengkapi Syarat Masuk SPMB Jalur Afirmasi, 51 Masuk Jalur Khusus

Suhirman, menjelaskan dari 139 siswa yang sempat didiskualifikasi, 88 siswa telah melengkapi dokumen afirmasi mereka sesuai ketentuan jalur afirmasi.

Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM/ HANIF SURYO
SISTEM BERMASALAH: Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY, Suhirman, memberikan keterangan kepada wartawan terkait polemik jalur afirmasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK 2025 di Yogyakarta, Kamis (3/7/2025). Sebanyak 139 siswa jalur afirmasi sempat didiskualifikasi, namun akhirnya diterima kembali melalui dua skema. 

Dampak kekeliruan sistem

Dampak dari kekeliruan sistem ini tidak hanya menyangkut administrasi, tapi juga menyentuh sisi psikologis.

“Mental anak saya kena. Teman-temannya lihat nama dia di jalur afirmasi, lalu menyindir. Teman saya juga bilang saya curang, memiskinkan diri. Padahal saya tidak melakukan itu,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pernyataan yang sempat beredar di media bahwa "139 siswa afirmasi memanipulasi data", yang dinilai sangat menyakitkan. “Tolong diklarifikasi. Saya tidak manipulasi apapun. Sistem yang menaruh nama anak saya di sana.”

Ia berharap Disdikpora dan media dapat membantu memulihkan nama baik mereka.

“Kami semua korban. Kami hanya ikuti prosedur: aktivasi token, daftar, lalu sistem tetapkan kami afirmasi. Tidak ada pilihan memilih jalur afirmasi secara manual,” tandasnya.

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved