Serapan Pupuk Subsidi di Gunungkidul Baru Mencapai 19,66 Persen
Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mencatat sekitar 19,66 persen dari kuota tahun ini.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Serapan pupuk bersubsidi di Kabupaten Gunungkidul tergolong masih rendah hingga pertengahan tahun ini.
Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul mencatat sekitar 19,66 persen dari kuota tahun ini.
Adapun realisasi penyaluran pupuk bersubsidi sampai dengan Juni 2025 untuk urea sebanyak 1.596,768 ton dari 19.317 ton atau sebesar 8,27 persen, NPK sebanyak 1.964,242 ton dari 17.251 ton atau sebesar 11,39 persen, dan NPK Formula Khusus sebanyak 0 ton dari 18 ton atau sebesar 0 persen.
Sekretaris DPP Gunungkidul, Raharjo Yuwono, mengatakan kondisi tersebut wajar karena belum masuk musim tanam.
Serapan pupuk diperkirakan akan meningkat signifikan pada September hingga Oktober mendatang.
“Nanti akan naik di September–Oktober. Karena memang masuk musim tanam. Petani baru butuh pupuk subsidi. Karena banyak juga tadah hujan. Pada musim tanam ini diperkirakan kebutuhan pupuk mencapai 50.000 hektare lahan," ujarnya saat dikonfirmasi pada Jumat (29/8/2025).
Baca juga: Gunungkidul Butuh Investor untuk Pembangunan SPBN di Pantai Sadeng
Dia menargetkan serapan pupuk subsidi tahun ini bisa mencapai 90 persen.
"Kami targetkan bisa terserap 90 persen. Mengingat tahun ini hujan masih turun,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi, mendorong agar petani segera membeli pupuk bersubsidi dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan catatan sudah masuk kelompok tani dan sudah merencanakan kebutuhan taman-1, sehingga ada kuota dari petani. Di e-RDKK pupuk bersubsidi kelompok tani yang bersangkutan.
Dia mengatakan penebusan ada dua cara, yaitu menggunakan kartu tani dan KTP sesuai ketentuan di atas.
"Keaktifan petani dalam keanggotaan kelompok tani juga menjadi kunci kemudahan dalam pembelian pupuk bersubsidi. Kami memberikan pendampingan dan sosialisasi ke gapoktan," urainya. (*)
| Sultan Minta Pemkab Gunungkidul Kembangkan Kawasan Utara dan Timur, Jangan Fokus di Pesisir Selatan |
|
|---|
| Pesan Sri Sultan HB X saat Menghadiri Silaturahmi Idulfitri Bersama Masyarakat Gunungkidul |
|
|---|
| Kasus Kematian Akibat Leptospirosis di Gunungkidul Naik 500 Persen di Awal 2026 Ini |
|
|---|
| El Nino Mengancam, Kerentanan Lahan Pertanian di Gunungkidul Jadi Atensi Utama DIY |
|
|---|
| Lima Tambang Ilegal di Gunungkidul Ditutup Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)