Lima Tambang Ilegal di Gunungkidul Ditutup Polisi
Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul yang dibackup oleh Polda DIY menutup paksa lima lokasi tambang batu putih ilegal
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Satreskrim Polres Gunungkidul bersama Polda DIY menutup lima lokasi tambang batu putih ilegal di wilayah Ponjong, Semin, dan Ngawen karena beroperasi tanpa izin resmi.
- Penertiban ini dilakukan untuk menekan risiko kerusakan ekosistem dan mencegah dampak buruk seperti tanah longsor serta hilangnya sumber air akibat pengabaian standar teknis penambangan.
- Polisi menginstruksikan pemilik tambang untuk segera mengurus izin usaha jika ingin berlanjut.
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul yang dibackup oleh Polda DIY menutup paksa lima lokasi tambang batu putih ilegal di tiga kapanewon (kecamatan).
Kelima lokasi tambang batu putih ilegal itu tersebar di Ponjong, Semin dan Ngawen.
Polisi pun meminta kepada pemilik lokasi tambang untuk segera mengurus izin usaha pertambangannya jika ingin melanjutkan operasionalnya.
Tambang batu ilegal adalah aktivitas penggalian sumber daya alam yang dilakukan tanpa izin resmi seperti IUP atau SIPB, sehingga melanggar Undang-Undang Minerba.
Kegiatan ini biasanya mengabaikan standar teknis dan keselamatan kerja, yang mengakibatkan kerusakan lingkungan parah seperti tanah longsor, hilangnya sumber air, serta meninggalkan lubang tambang yang terbengkalai tanpa rehabilitasi.
Selain merusak ekosistem, tambang ilegal juga merugikan negara karena pelakunya tidak membayar pajak atau royalti, serta sering kali merusak infrastruktur jalan akibat kendaraan angkut yang melebihi muatan.
Baca juga: Kasus Amsal Sitepu, Kejagung Akhirnya Periksa Kejari Karo dan Bawahannya
Dikutip dari Kompas.com, Kapolres Gunungkidul, AKBP Damun Asa mengatakan pihaknya tidak ingin ada tambang ilegal di wilayah Gunungkidul.
Untuk itu, kepolisian melakukan penutupan terhadap lima lokasi tambang ilegal.
Selain itu, penutupan tambang ilegal ini dilakukan untuk mengurangi resiko kerusakan lingkungan.
"Tujuan kita (penutupan) agar tidak ada tambang ilegal serta mengurangi risiko kerusakan lingkungan," katanya dikutip dari Kompas.com.
Sementara itu Kasatreskrim Polres Gunungkidul, AKP Yahya Muray menyebut penutupan lima lokasi tambang ilegal ini dilaksanakan bersama dengan jajaran Ditreskrimum Polda DIY.
Penutupan lokasi tambang dilaksanakan secara bertahap sejak dua pekan silam.
Penutupan lokasi tambang ini dilaksanakan dengan dasar Undang-Undang No.2/20225 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-Undang No.4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara.
"Kalau sudah ada maka bisa melanjutkan aktivitas penambangan di lokasi yang sudah ditentukan. Penertiban dilakukan karena memang tidak ada izin," kata Yahya.
Pihaknya memasang spanduk tulisan penutupan disertai peringatan ini juga dilengkapi dengan ancaman jika nekat menambang dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda Rp100 miliar.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com.
| Tanjakan Clongop Kembali Longsor, Batu Seukuran Mobil Tutupi Badan Jalan Utama Gedangsari-Klaten |
|
|---|
| Target 93 Ribu, Realisasi 210 Ribu! Kunjungan Wisatawan Capai 225 Persen dari Proyeksi |
|
|---|
| H-3 Lebaran: Pemudik Mulai Padati Gunungkidul, Aparat Siagakan Personel di Jalur Rawan |
|
|---|
| Polres Gunungkidul Siagakan 30 Anggota Satgas Ganjal Ban Selama Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 |
|
|---|
| Remaja 17 Tahun di Gunungkidul Coba Lecehkan Seorang Nenek, Mulut Dibekap Sampai Gigi Palsu Lepas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ILUSTRASI-FOTO-Garis-Polisi-Pembunuhan-Mayat-Jenazah-Berita-Kriminal.jpg)