Pesan Sri Sultan HB X saat Menghadiri Silaturahmi Idulfitri Bersama Masyarakat Gunungkidul

Sultan meminta para pemuka agama dan pendidik untuk menjadikan masjid serta lembaga pendidikan sebagai wadah mencerdaskan bangsa.

Tayang:
Penulis: Hanif Suryo | Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
SILATURAHMI: Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih membungkuk sungkem saat berjabat tangan dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Pendopo Taman Budaya Gunungkidul (TBG), Rabu (8/4/2026). 

TRIBUNJOGJA.COM - Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, melontarkan peringatan keras mengenai ancaman degradasi moral menjadi "bangsa pendek akal" akibat maraknya produksi ujaran kebencian dan berita bohong. 

Pesan reflektif ini disampaikan Sultan di tengah arus disrupsi informasi saat menghadiri Silaturahmi Idulfitri bersama masyarakat Kabupaten Gunungkidul di Taman Budaya Gunungkidul (TBG), Rabu (08/04).

Dalam arahannya, Sri Sultan menekankan bahwa kemudahan memviralkan sesuatu tanpa melalui proses check and re-check justru dapat menjauhkan bangsa dari tujuan konstitusi, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurut Ngarsa Dalem, fenomena ini jika dibiarkan akan merusak fondasi berpikir kritis masyarakat.

"Jika greget saut yang menyematkan ujaran kebencian terus-menerus direproduksi, saya khawatir kita akan menjadi bangsa pendek akal, bangsa gosip," tegas Sri Sultan.

Sebagai solusi konkret, Raja Keraton Yogyakarta ini meminta para pemuka agama dan pendidik untuk menjadikan masjid serta lembaga pendidikan sebagai wadah mencerdaskan bangsa. Beliau berharap para takmir masjid dan kaum intelektual bersedia menyisipkan ajaran cinta tanah air dan bangsa dalam setiap khotbah maupun proses pengajaran.

Dalam hal beragama, Sri Sultan mengajak masyarakat meneladani wejangan Sunan Gunung Jati tentang pentingnya proses tinalesih (mengkaji) dan musyawarah agar setiap individu menjadi pribadi yang bijak dalam menyerap informasi. Lebih lanjut, Sultan mengajak masyarakat memegang prinsip “mangasah mingising budi, mêmasuh malaning bumi” demi memperkuat tali solidaritas.

Pembangunan di Kabupaten Gunungkidul diharapkan terus bergerak maju dengan sokongan pilar Pancasila dan UUD 1945 sebagai wujud nyata kembali ke fitrah ke-Indonesiaan.

Menyambut arahan tersebut, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyampaikan bahwa momentum silaturahmi ini merupakan fondasi penting bagi sinergi pembangunan antara pemerintah daerah dan provinsi. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Endah mengucapkan selamat Idulfitri sekaligus memohon maaf kepada Sri Sultan dan Wakil Gubernur DIY atas segala kekurangan selama menjalankan tugas.

Dalam sambutannya, Endah mengutip pesan Ir. Soekarno bahwa perjuangan membangun daerah untuk menyejahterakan rakyat harus terus berjalan dengan semangat gotong royong di segala bidang, mulai dari pangan, papan, hingga pendidikan.

"Masyarakat yang adil dan makmur tidak jatuh begitu saja dari langit laksana embun di waktu malam, melainkan harus diperjuangkan dengan keringat dan kerja keras bersama," ujar Endah mengakhiri sambutannya.

Acara silaturahmi ditutup dengan suasana penuh kehangatan dalam sesi jabat tangan. Sri Sultan bersama Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X, didampingi Bupati Gunungkidul, Kajati DIY, dan Gubernur AAU berdiri bersama untuk menyapa seluruh tamu undangan, merajut kembali benang-benang solidaritas di hari yang fitri tersebut.

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved