Sultan Resmikan Pendidikan Khas Kejogjaan, Dr Raden Stevanus: Cetak Talenta DIY Berkarakter Mulia

Peresmian PKJ merupakan momentum bersejarah dalam menjaga jati diri generasi muda Yogyakarta di tengah disrupsi teknologi yang kian masif.

Tayang:
Editor: Yoseph Hary W
Istimewa
Anggota DPRD DIY dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang juga pakar transformasi digital, Dr. Raden Stevanus Christian Handoko, S.Kom., M.M 
Ringkasan Berita:
  • DPRD DIY dari PSI apresiasi peluncuran kurikulum Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) oleh Sri Sultan HB X.
  • PKJ dinilai relevan menghadapi tantangan teknologi, termasuk AI dan ruang digital.
  • Kurikulum ini bertujuan mencetak generasi unggul dengan global mindset namun tetap berakar pada local wisdom.
  • Keberhasilan PKJ bergantung pada kolaborasi sekolah, keluarga, masyarakat, serta sinergi Keraton, Kampus, dan Kampung.

 

TRIBUNJOGJA.COM - Anggota DPRD DIY dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dr. Raden Stevanus Christian Handoko, S.Kom., M.M., memberikan apresiasi tinggi atas langkah Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang secara resmi meluncurkan kurikulum Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) di SMAN 6 Yogyakarta, Senin (4/5/2026).

Menurut legislator yang akrab disapa Mas Bro Steve ini, peresmian PKJ merupakan momentum bersejarah dalam menjaga jati diri generasi muda Yogyakarta di tengah disrupsi teknologi yang kian masif.

Relevansi tantangan masa depan

Sebagai pakar transformasi digital, Dr. Raden Stevanus menekankan bahwa PKJ memiliki relevansi yang sangat kuat dengan tantangan masa depan, khususnya dalam penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dan interaksi di ruang digital.

"Kemajuan teknologi jika tidak dibarengi dengan kedewasaan nilai bisa membuat kita kehilangan arah. Saya melihat Pendidikan Khas Kejogjaan ini bukan sekadar belajar sejarah, keistimewaan, atau kebudayaan saja, melainkan penanaman etika. Nilai-nilai seperti Sawiji, Greget, Sengguh, Ora Mingkuh adalah bekal karakter agar anak-anak kita menjadi pemimpin yang berintegritas di dunia nyata maupun siber," ujar Dr. Raden Stevanus.

Cetak manusia unggul

Dr. Raden Stevanus menjelaskan bahwa PKJ merupakan implementasi nyata dari cita-cita luhur untuk menciptakan Jalma Kang Utama, manusia yang unggul dan berbudi pekerti luhur. Penguatan budaya bukan berarti menutup diri dari kemajuan zaman. Sebaliknya, hal ini adalah persiapan agar siswa DIY mampu berkompetisi di tingkat dunia dengan pijakan yang kuat.

"Cita-cita kita adalah melahirkan generasi yang memiliki Global Mindset, mampu bersaing secara internasional, menguasai teknologi, dan adaptif, namun tetap memegang teguh Local Wisdom. Mereka boleh terbang tinggi di kancah global, tapi hati dan karakternya tetaplah 'Wong Jogja' yang menjunjung tinggi etika dan kesantunan," ujar Dr. Raden Stevanus.

Menutup tanggapannya, anggota Komisi A DPRD DIY ini mengingatkan pentingnya sinergi antara Keraton, Kampus, dan Kampung. Menurutnya, keberhasilan PKJ sangat bergantung pada dukungan ekosistem di luar sekolah, terutama peran aktif keluarga dan masyarakat.

“Perlu Kolaborasi antara Sekolah, Keluarga, dan Masyarakat serta sinergi Keraton, Kampus, dan Kampung sebagai ekosistem pendidikan yang Tangguh”, pungkas Dr. Raden Stevanus.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved