Pembubaran Ibadah Jemaat GMS
Viral Ormas di Bantul Bubarkan Kegiatan Ibadah Jemaah GMS, Tanggapan Kesbangpol dan Pendeta
Umat GMS menggunakan bangunan untuk kegiatan peribadatan berpegangan kepada Surat Keterangan Tanda Lapor (SKTL) dari Kanwil Kemenag DIY
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Video viral menunjukkan ormas membubarkan ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) Bantul.
- Rekaman berdurasi 1 menit 19 detik itu memicu perhatian luas di media sosial.
- Peristiwa ini menimbulkan sorotan publik terkait kebebasan beribadah di Yogyakarta.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ramai di media sosial salah satu unggahan video yang menunjukkan organisasi masa (Ormas) membubarkan kegiatan ibadah yang dilakukan para jemaah Gereja Misi Sejahtera (GMS) Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.
Video berdurasi 1.19 menit tersebut diunggah oleh akun @davidherson_official. Di dalam video itu diberi narasi "Terjadi persekusi dan pembubaran ibadah gereja hari ini ketika jemaat sedang beribadah". Tayangan tersebut menuai ragam komentar pengguna media sosial.
Tanggapan Kesbangpol Bantul
Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bantul, Deni Ngajis Hartono, berujar, kejadian tersebut berlangsung di sebuah bangunan yang berada di Padukuhan Glugo, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul pada Minggu (24/5/2026) saat umat GMS akan melaksanakan kegiatan.
"Acara umat GMS akan menggelar kegiatan peribadatan sebanyak tiga sesi dan setiap sesi butuh waktu sekitar 1,5 jam. Namun sebelum kegiatan berlangsung datang rombongan Ormas berjumlah lebih dari 100 orang kemudian membubarkan kegiatan peribadatan tersebut," kata Deni, kepada wartawan Senin (25/5/2026).
Walau begitu, kata Deni, sebelum menggelar kegiatan peribadatan atau tepat pada Sabtu (23/5/2025) umat GMS telah melakukan baksos di kampung tersebut. Kemudian, kejadian Ormas membubarkan paksa umat GMS berawal adanya kegiatan peribadatan di sebuah bangunan untuk umat GMS.
SKTL Kanwil Kemenag DIY
Kala itu, umat GMS menggunakan bangunan untuk kegiatan peribadatan berpegangan kepada Surat Keterangan Tanda Lapor (SKTL) dari Kanwil Kemenag DIY yang telah dikantonginya.
"Jadi umat GMS itu punya persepsi bahwa ketika sudah mengantongi SKTL dari Kemenag sudah boleh melakukan kegiatan peribadatan. Namun, persepsi tersebut beda dengan Ormas yang membubarkan peribadatan, sehingga terjadilah hal-hal yang tidak diinginkan," urainya.
Pada tahun 2025, umat GMS juga pernah menggelar peribadatan dengan menyewa sebuah ruangan di salah satu hotel di Kapanewon Sewon. Saat itu pula, umat GMS pernah didatangi oleh Ormas, namun kemudian kasus mereda.
Dikarenakan ruangan hotel yang disewa itu mahal, sehingga umat pindah beribadah di salah satu bangunan di Padukuhan Glugo. Sebelum pindah, bangunan itu pernah direnovasi.
"Nah permasalahan muncul hingga adanya Ormas yang membubarkan paksa kegiatan peribadatan tersebut," jelas Deni.
Rapat koordinasi
Kini, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan pihak terkait mulai dari dukuh, lurah, panewu, kepolisian, FKUB dan instansi terkait lainnya untuk mencari solusi agar kejadian itu tidak terulang kembali.
Apalagi, pembubaran umat beribadah itu sangat sensitif sekali, sehingga diharapkan jangan sampai permasalahan ini justru bertambah keruh.
"Hari ini kita akan rapat koordinasi, nanti hasil rapatnya seperti apa akan saya informasikan lebih lanjut," tutur dia.
Tribunjogja.com, sudah mengunjungi lokasi bangunan GMS yang terletak di wilayah Kapanewon Sewon. Sayangnya, pengelola GMS tersebut tidak berada di lokasi. Hanya saja, terdapat beberapa tukang yang bekerja untuk merenovasi bangunan tersebut.
Namun di lokasi tersebut terdapat Sekretaris Wilayah Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia DI Yogyakarta, Pendeta Anton Vizzeli. Pendeta Anton memilih irit berbicara terkait adanya kejadian tersebut.
"Yang jelas, kami mendukung ibadah dan menyayangkan adanya kejadian pembubaran ibadah kemarin," pungkas dia.(nei)
| Viral Insiden Pembubaran Ibadah Jemaat GMS di Bantul, Kesbangpol DIY Beberkan Kronologinya |
|
|---|
| Sapi Kurban Presiden Prabowo yang Dibeli dari Peternak Bantul Bakal Disembelih di Dua Lokasi Ini |
|
|---|
| Kehadiran Embarkasi Haji Diklaim Belum Dongkrak Industri Perhotelan di Kulon Progo |
|
|---|
| Tekan Inflasi Jelang Hari Raya, Pemkab Bantul Intervensi Pasar Lewat Gerakan Pangan Murah |
|
|---|
| Kisah Korban Gempa Bantul 2006 Bangkit dengan Usaha Jahit Limbah Plastik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Viral-Ormas-di-Bantul-Bubarkan-Kegiatan-Ibadah-Jemaah-GMS-Tanggapan-Kesbangpol-dan-Pendeta.jpg)