Kisah Inspiratif

Kisah Korban Gempa Bantul 2006 Bangkit dengan Usaha Jahit Limbah Plastik

Sunarto (60), korban gempa Bantul 2006, bangkit dari keterbatasan fisik dengan mendirikan usaha Mandes yang mengolah limbah plastik menjadi produk

Tayang:
Penulis: IWE | Editor: Iwan Al Khasni
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
Sunarto (60), korban gempa bumi 2006, sedang bekerja membuat kerajinan dari olahan sampah di rumahnya, di Padukuhan Jejeran II, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, Minggu (24/5/2026) siang. 

Ringkasan Berita:Sunarto (60), korban gempa Bantul 2006, bangkit dari keterbatasan fisik dengan mendirikan usaha Mandes yang mengolah limbah plastik menjadi produk kreatif. Dari kursi roda, ia membuktikan semangat pantang menyerah.

 

Tribunjogja.com Bantul -- Di tengah padatnya penduduk Padukuhan Jejeran II, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, seorang laki-laki duduk di kursi roda terlihat sibuk dengan mesin jahit. 

Dialah Sunarto (60), korban gempa bumi Bantul 2006 yang kini bangkit dengan usaha kreatif mengolah limbah plastik.

Dengan tangan cekatan, ia menjahit lembaran plastik bekas menjadi tas, dompet, hingga topi. 

Kursi roda yang menemaninya menjadi saksi ketangguhan bahwa keterbatasan fisik bukanlah akhir segalanya.

Bertahan Selama 3 Generasi, Pengolah Lele Asap di Kulon Progo Kini Kesulitan Dapatkan Penerus

Peristiwa Gempa 2006

Sunarto mengenang peristiwa pilu pada pagi 2006. Saat bersiap berjualan siomai, gempa dahsyat mengguncang Bantul

Ia tertimpa reruntuhan rumah tetangga dan mengalami patah tulang belakang. Rumahnya terbakar karena api menyambar 20 liter minyak tanah di dekat kompor.

Beruntung, anak dan istrinya selamat. Namun Sunarto harus menjalani operasi dan perawatan panjang di RSUP Dr. Sardjito. 

Selama dua bulan, istrinya setia mendampingi, sementara anaknya dititipkan ke tetangga.

Setelah keluar dari rumah sakit, Sunarto tinggal di tenda pengungsian selama tiga minggu.

Ia kemudian menjalani terapi di YAKKUM Kaliurang, di mana perlahan bisa berjalan dengan kruk.

Istrinya, Krismiyati, bahkan menjadi relawan untuk membantu pasien lain.

Pada 2007, Sunarto mendapat bantuan rumah dari program CSR.

 Awalnya, ia bergantung pada istrinya yang berjualan kue. Namun semangatnya untuk mandiri membuatnya belajar menjahit limbah plastik.

Tahun 2010, Sunarto mendirikan usaha Mandes (Kreasi Limbah Plastik Mandiri Disabilitas). 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved