Tekan Inflasi Jelang Hari Raya, Pemkab Bantul Intervensi Pasar Lewat Gerakan Pangan Murah
DKPP) Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, menggelar gerakan Pangan Murah di Lapangan Ringinharjo, Kapanewon Bantul
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Hari Susmayanti
Ringkasan Berita:
- Menyambut Iduladha 2026, DKPP Bantul menggelar Gerakan Pangan Murah di Lapangan Ringinharjo dengan menyediakan 5,445 ton berbagai jenis bahan pangan pokok.
- Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, menyatakan program taktis ini bertujuan mengendalikan fluktuasi harga menjelang hari raya serta menjaga daya beli masyarakat.
- Didukung Bulog dan berbagai distributor, pasar murah ini menjual komoditas seperti beras, minyak, hingga bawang merah dengan harga di bawah pasar yang disambut antusias oleh warga.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Menjelang momen Hari Raya Iduladha 2026, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, menggelar gerakan Pangan Murah di Lapangan Ringinharjo, Kapanewon Bantul pada Senin (25/5/2026).
Kepala DKPP Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, menyebut, menjelang hari besar keagamaan tersebut perlu dilakukan stabilisasi harga pangan.
Setidaknya ada 5,445 ton total pangan dari berbagai jenis yang disediakan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.
"Untuk kegiatan ini, memang kami didukung oleh berbagai pihak distributor. Ada dari Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia, KT Ngundi Makmur, dan sebagainya," ucapnya kepada wartawan.
Adapun komoditas yang disediakan mulai dari beras premium, beras medium, Minyakita, gula, tepung, bawang merah, telur ayam ras, dan sebagainya.
Komoditas tersebut dijual dengan harga murah dibandingkan harga yang jual di pasaran.
Sementara itu, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, berharap, gerakan pangan murah dapat meningkatkan daya beli masyarakat dalam mencukupi kebutuhan pangan sebab pangan merupakan bagian hak dasar yang paling hakiki bagi umat manusia.
"Keterjaminan mendapatkan akses pangan yang cukup, aman, dan bergizi harus selalu menjadi prioritas utama untuk kita bersama. Karena pangan adalah fondasi utama bagi kehidupan dan produktifitas masyarakat," kata dia.
Baca juga: Pilih Selingkuhan Berondong, Calon Pengantin di Pati Didenda Rp30 Juta Usai Kabur dari Akad Nikah
Pihaknya menyadari bahwa harga komoditas pangan pokok strategis sering kali mengalami fluktuasi yang tidak menentu.
Kepastian pasokan dan harga pangan menjadi upaya menjaga pengendalian harga di pasaran.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, gejolak harga bahan pangan digolongkan sebagai komponen inflasi bergejolak karena sifatnya yang sangat rentan dan dipengaruhi oleh faktor musim masa panen, gangguan alam, hingga dinamika pasar domestik maupun internasional.
Kondisi ini berpotensi menurunkan daya beli warga, sehingga diperlukan langkah intervensi kebudayaan yang nyata, cepat, dan menyentuh langsung kebudayaan masyarakat.
"Biasanya menjelang hari besar keagamaan seperti ini harga pangan pokok strategis cenderung meningkat sangat tajam yang kerap kali diikuti oleh lonjakan harga di pasar-pasar tradisional. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bantul melalui DKPP Bantul mengambil langkah taktis berupa gerakan pangan murah," urainya.
Sementara itu, Khasanah (59), warga Kalurahan Ringinharjo, mengaku, senang bisa berbelanja beberapa komoditas di gerakan pangan murah itu.
Ia sengaja beli komoditas bawang dikarenakan harga jual yang lebih ramah di kantong dibandingkan di pasaran.
"Bawang merah kalau di pasar itu bisa Rp40 ribuan lebih per kilogram. Tapi, di sini (gerakan pangan murah) Rp38 ribu per kilogram. Jadi saya beli bawang merah sekilo. Ini nanti paling bisa buat satu bulanan, karena kalau masak sedikit," tutup dia.(nei)
| GKJ Kotagede Gelar Pasar Murah dan Bazar UMKM di Tengah Kenaikan Harga Bahan Pokok |
|
|---|
| Pemkab Bantul Akan Cari dan Usulkan Lima Kalurahan Sebagai Kampung Redam |
|
|---|
| Aturan Diperketat, Area Perkantoran Pemkab Bantul Setiap Jumat Steril dari Kendaraan BBM Fosil |
|
|---|
| Pemkab Bantul Mulai Terapkan Kebijakan Masuk Kerja Tanpa Kendaraan BBM Fosil Bagi ASN |
|
|---|
| Kilas Balik TPR Induk Pantai Parangtritis Bantul, Resmi Dirobohkan Setelah 40 Tahun Berdiri |
|
|---|
