Gaji Tak Kunjung Sentuh UMP, Guru Honorer di Yogyakarta Menaruh Harap pada Presiden

Nasib sejumlah guru honorer di Yogyakarta dewasa ini masih terkatung-katung dan belum diganjar dengan upah yang layak

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
via makassar.tribunnews.com
Ilustrasi gaji 

Bukan tanpa alasan, dalam beberapa tahun terakhir, Ardian menyebut, formasi yang dibuka cenderung sangat sedikit, terutama di daerah domisilinya.

"Kuota untuk PPPK guru nggak banyak, hanya beberapa saja yang dibuka, sekitar puluhan lah. Jadi, persaingannya ketat banget," cetusnya.

Sementara, Rubi, seorang mantan guru honorer di Yogyakarta yang kini sudah menyandang status PPPK, merasakan betul jurang kesenjangan tersebut.

Namun, ia pun tidak memungkiri, untuk menjadi PPPK, guru harus berjuang ekstra keras, lantaran persaingan yang cenderung sengit di proses seleksi.

"Ya karena persaingannya memang seketat itu, pernah merasakan pahitnya nggak lolos juga," jelasnya.

Ia menyebut, kehidupannya bersama keluarga perlahan semakin membaik sejak diterima sebagai guru PPPK beberapa tahun lalu.

Hanya saja, Rubi tidak melupakan masa-masa berat menekuni profesi guru honorer selama lebih dari 4 tahun, yang membuatnya nyaris putus asa.

"Sempat berpikir, apa kerja yang lain saja ya, karena memang gajinya nggak cukup buat hidup. Semoga ini jadi perhatian pemerintah," jelasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved