Liputan Khusus

Miras Marak Dijual di Media Sosial, Transaksi Semudah Jentikan Jari 

Di tengah perkembangan teknologi, pembelian minuman keras (miras) secara daring semakin menjamur

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Ikrob Didik Irawan
TRIBUN JOGJA/Alexander Ermando
Ilustrasi: Deretan botol minuman keras (miras) hasil Operasi Cipta Kondisi Polres Kulon Progo, belum lama ini. Pemkab Kulon Progo akan mengatur peredaran miras secara lebih ketat, termasuk dalam memberantas miras ilegal. 

Di sisi lain, penutupan toko-toko penjual miras membuat Dwi khawatir hal tersebut berpotensi memicu pergeseran perilaku konsumen terutama generasi muda ke produk yang lebih berisiko seperti pil koplo.

“Saya khawatir ada potensi mereka beralih ke pil koplo yang harganya jauh lebih murah,” ungkapnya.

Pil ini, yang sering kali dijual di pasaran gelap, tidak hanya memiliki efek psikoaktif, tetapi juga berisiko tinggi bagi kesehatan. Salah satu daya tarik utama pil koplo adalah harganya yang sangat terjangkau.

Dwi menjelaskan, “Satu paket pil koplo bisa didapat dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan sebotol miras. Ini membuatnya sangat menarik bagi orang-orang yang ingin mencari alternatif.”

Masyarakat, terutama kalangan remaja dan mahasiswa, cenderung mencari cara untuk menikmati momen tertentu tanpa harus mengeluarkan banyak uang. Namun, meskipun harganya terjangkau, konsumsi pil koplo tidak tanpa risiko.

Dalam menghadapi situasi ini, penting bagi masyarakat untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang risiko yang terkait dengan pil koplo.

Dwi berharap adanya program edukasi yang menjelaskan bahaya dari konsumsi pil yang tidak terjamin keamanannya. “Edukasi adalah kunci untuk membantu orang membuat pilihan yang lebih baik,” ujarnya.

Pemerintah dan organisasi masyarakat juga diharapkan dapat mengambil langkah proaktif dalam menangani masalah ini.

Melalui dialog dan kerja sama antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, Dwi yakin bahwa kita bisa menemukan solusi yang lebih baik.

Kekhawatiran tentang peredaran pil koplo yang meningkat seiring dengan penutupan toko miras adalah sebuah tantangan yang perlu diatasi bersama.

Dengan kesadaran dan tindakan yang tepat, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari risiko yang lebih besar. (rif/han)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved