Dari Tambang ke Destinasi Wisata, Wisata Jeep Watugede Angkat Potensi Lereng Merapi

Wisata Jeep Watugede punya jalur offroad yang akan memacu adrenalin. Wisatawan akan disuguhi pemandangan lereng Merapi dan Sungai Gendol nan memukau.

Editor: Sigit Widya
Dok Wisata Jeep Watugede
Wisata Jeep Watugede angkat potensi lereng Merapi. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Selain memiliki keindahan alam tiada duanya, lereng Gunung Merapi juga menyimpan berbagai potensi luar biasa. Sejumlah pecinta offroad, yang tergabung di Paguyuban Jeep Watugede, menangkap potensi tersebut dengan membuka destinasi Wisata Jeep Watugede.

Ketua Paguyuban Jeep Wisata Watugede Argomulyo, Suhartono, menuturkan, Wisata Jeep Watugede berlokasi di offroad park Kalurahan Argomulyo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman. Sebelum dijadikan offroad park, kawasan itu dulu merupakan lokasi para penambang pasir.

Wisata Jeep Watugede memiliki jalur offroad yang akan memacu adrenalin. Wisatawan akan disuguhi pemandangan lereng Merapi dan Sungai Gendol nan memukau.

"Rasanya belum lengkap kalau berwisata ke DIY tanpa mencoba Wisata Jeep Watugede," kata Suhartono atau yang akrab disapa Kecik, Minggu (9/6/2024), lewat keterangan tertulis.

Selama sekitar satu jam, wisatawan akan diajak menikmati keseruan jalur menantang dengan mobil jip sembari menikmati pemandangan di kawasan kaki Gunung Merapi nan indah.

Baca juga: Sempat Anjlok, Penikmat Lava Tour Jip Merapi Mulai Meningkat Saat Lebaran

"Satu kali trip sekitar satu jam dengan rute Watugede, melewati Makam Adipati Jayaningrat, kemudian Museum Terbuka Bakalan yang terdapat foto-foto sejarah sebelum erupsi dan sesudah erupsi pada 2010, kemudian melintasi desa wisata. Dan, yang paling seru, ketika wisatawan melintasi Sungai Gendol," katanya.

Lurah Argomulyo, Danang HB, menyambut baik operasional Wisata Jeep Watugede. Keberadaan wisata di Kalurahan Argomulyo diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian warga setempat.

"Dulu, pemanfaatan di kawasan Kali Gendol sebatas untuk tambang. Padahal, tambang, kan, hanya sesaat. Setelah material habis, timbul masalah lingkungan," kata Danang.

Menurutnya, aktivitas penambangan secara terus-menerus akan merusak sumber air yang selama ini sangat penting untuk kebutuhan pertanian dan perikanan.

"Karenanya, kami menyambut baik pembukaan Wisata Jeep Watugede. Harapannya, wisata tersebut bisa bersinergi dengan visi dan misi Kalurahan Argomulyo serta BUMkal Argo Merapi Makmur," tambahnya.

Baca juga: Sepi Kunjungan Selama Bulan Puasa, Omzet Penyewaan Jip Wisata Lereng Merapi Anjlok 

Dukungan juga disampaikan oleh Ketua Pengurus Cabang Indonesian Offroad Federation (IOF) Kabupaten Sleman, Daldiri. Ketua Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi itu berharap operasional Wisata Jeep Watugede akan semakin menghidupkan wisata alam di kawasan Merapi.

"Mudah-mudahan semakin banyak wisata-wisata alam yang akan dibuka. Ada banyak potensi wistaa alam yang bisa digali di Argomulyo. Kalau untuk tambang, kan, hanya dinikmati oleh segeintir orang," ucapnya.

Dewan Pembina IOF Pengda DIY, Joko Widodo atau akrab disapa Joko MKT, menyambung, wisata jip di Kalurahan Argomulyo sangat potensial untuk dikembangkan.

"Posisi Argomulyo sangat strategis. Ketika bicara tentang offroad Merapi, inilah gambaran jalur yang sesungguhnya. Kontur tanah masih alami sisa-sisa lava Merapi. Variasi jalur juga cukup menarik. Ada jalur gravel bekas erupsi, jalur air, serta museum," kata sesepuh Komunitas Pagar Merapi tersebut.

Kepada pengelola wisata, ia menekankan arti penting manajemen keamanan, baik untuk pengendara, penumpang, maupun lingkungan sekitar.

Baca juga: Momen Libur Panjang Akhir Pekan, Wisata Jip di Lereng Merapi Sleman Laris Manis

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved