Perang Rusia Vs Ukraina
China Dukung Rusia Bentuk Komisi Investigasi PBB Usut Peledakan Nord Stream
China mendukung draft resolusi yang diajukan Rusia ke Dewan Keamanan guna membentuk komisi investigasi peledakan Nord Stream.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Pada 8 Februari 2023, jurnalis pemenang Hadiah Pulitzer Seymour Hersh menerbitkan sebuah artikel tentang penyelidikannya atas insiden tersebut.
Publikasinya mengatakan selama latihan NATO Baltops pada musim panas 2022, penyelam Amerika memasang bahan peledak di bawah Nord Streams.
Bahan peledak itu diaktifkan oleh orang Norwegia tiga bulan kemudian. Presiden AS Joe Biden memutuskan menyabotase Nord Stream setelah lebih dari sembilan bulan berdiskusi rahasia dengan tim keamanan nasional.
Pentagon memberi tahu RIA Novosti, AS tidak ada hubungannya dengan peledakan pipa gas Rusia tahun lalu. Gedung Putih membuat pernyataan serupa.
Di sisi lain, China telah menyusun laporan komprehensif menyikapi berbagai isu krusial global, terutama terkait hegemoni AS.
Menurut Beijing, Washington menggunakan seluruh dunia untuk keuntungan ekonominya, menunjukkan kesombongan dan prasangka.
AS telah menyalahgunakan posisinya yang hegemonik di dunia selama beberapa dekade untuk menuai keuntungan bagi dirinya sendiri dan menabur persaingan dan ketidakstabilan di negara lain.
Laporan iti diterbitkan Senin (20/2/2023) di situs web resmi Kementerian Luar Negeri China.
Dokumen tersebut berupaya untuk menarik perhatian internasional terhadap bahaya praktik AS terhadap perdamaian dan stabilitas dunia serta kesejahteraan semua orang.
Ini menawarkan contoh keegoisan yang diakui Washington di bidang politik, militer, ekonomi, teknologi dan budaya.
Selama satu abad, AS telah memperlakukan Amerika Latin sebagai halaman belakangnya, di mana mereka yang melawan AS menghadapi campur tangan politik, intervensi militer, dan subversi rezim.
Di tempat lain, Washington menciptakan blok yang memecah belah di bawah pengaruhnya, dan mendorong revolusi warna melawan lawan.
Akhir-akhir ini Washington telah mengemukakan dikotomi yang salah tentang demokrasi vs otokrasi, dan secara sewenang-wenang melabeli negara sebagai anggota salah satu kubu.
Menurut dokumen itu, penggunaan kekuatan telah menjadi ciri ekspansionisme AS sejak kemerdekaannya.
Sejak tahun 2001 saja, perang yang dilancarkan Washington atas nama memerangi terorisme telah merenggut lebih dari 900.000 nyawa dengan sekitar 335.000 di antaranya warga sipil.
Pentagon telah menggunakan serangkaian metode perang yang mengerikan, dari senjata biologis di Korea hingga amunisi uranium yang habis dalam beberapa waktu terakhir.(Tribunjogja.com/RiaNovosti/RussiaToday/xna)
Putin : Penyabot Ukraina Serang Warga Sipil di Bryanks Rusia |
![]() |
---|
Petempur PMC Wagner Kibarkan Bendera di Jantung Kota Bakhmut |
![]() |
---|
Serangan Massal Drone ke Krimea Gagal, 10 Drone Ukraina Ditembak Jatuh Rusia |
![]() |
---|
Pasukan Ukraina Bakal Segera Mundur dari Artemovsk/Bakhmut |
![]() |
---|
Rusia Tembak Jatuh Drone Ukraina yang Serang Krasnodar dan Adygea |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.