Perang Rusia Vs Ukraina

China Dukung Rusia Bentuk Komisi Investigasi PBB Usut Peledakan Nord Stream

China mendukung draft resolusi yang diajukan Rusia ke Dewan Keamanan guna membentuk komisi investigasi peledakan Nord Stream.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Southfront.org
Gas metana muncul ke permukaan Laut Baltik di dekat Pulau Bolstrom Denmark setelah diledakkan tim khusus operasi rahasia AS yang diperintahkan Presiden Joe Biden dan timnya. Peristiwa sabotase objek vital ini terjadi 26 September 2022. 

TRIBUNJOGJA.COM, NEW YORK - China mendukung rancangan resolusi Rusia tentang penyelidikan ledakan di Nord Stream.

Resolusi rancangan Rusia diajukan ke Dewan Keamanan PBB guna membentuk komisi untuk menyelidiki sabotase pipa Nord Stream itu.

Sikap Beijing ini disampaikan Duta Besar China di PBB, Zhang Jun, Senin (20/2/2023). "Ya, tentu saja," katanya menjawab pertanyaan jurnalis apakah China mendukung draft resolusi Rusia itu.

Menurut diplomat itu, pembentukan komisi penyelidikan atas sabotse infrastruktur regional itu permintaan yang sah.

Utusan tersebut mencatat China mendukung pembahasan topik ini di Dewan Keamanan.

China juga mendukung penerapan tindakan yang tepat untuk memastikan ada gambaran yang jelas tentang apa yang terjadi, dan meminta pertanggungjawaban para pelakunya.

Detail struktur komisi penyelidikan menurut draft resolusi itu tengah menunggi finalisasi.

Baca juga: Peledakan Nord Stream Punya Konsekuensi Sangat Serius bagi Eropa

Baca juga: Hersh Janjikan Laporan Lebih Teknis Terkait Peledakan Nord Stream

Baca juga: Politisi Jerman Tuntut Kanselir Olaf Scholz Serius Selidiki Ledakan Nord Stream

Menurut rancangan tersebut, komisi harus terdiri pengacara independen dan diakui secara internasional, yang akan dipilih Sekretaris Jenderal PBB.

Pada saat yang sama, kepala komite penyelidikan harus melapor dalam waktu 14 hari kepada Dewan Keamanan tentang rekomendasi komisi.

Draft resolusi itu berisi kecaman atas perusakan Nord Streams dan menekankan peristiwa itu jelas sabotase, bukan bencana alam.

Teks resolusi juga menunjukkan serangan terhadap saluran pipa terjadi setelah ancaman berulang kali terhadap Nord Stream oleh pimpinan AS.

Sebelumnya, Rusia meminta pertemuan Dewan Keamanan PBB pada 22 Februari 2023 sehubungan perusakan Nord Stream.

Ledakan Nord Stream di lepas pantai Denmark terjadi 26 September 2022 di dua dua pipa gas ekspor Rusia ke Eropa.

Vladimir Putin menyebutnya tindakan terorisme yang nyata. Otoritas Jerman, Denmark, dan Swedia tidak mengesampingkan sabotase yang ditargetkan.

Operator Nord Stream, Nord Stream AG, melaporkan kerusakan infrastruktur yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mencatat tidak mungkin untuk memperkirakan jangka waktu perbaikan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved