Perang Rusia Vs Ukraina
China Dukung Rusia Bentuk Komisi Investigasi PBB Usut Peledakan Nord Stream
China mendukung draft resolusi yang diajukan Rusia ke Dewan Keamanan guna membentuk komisi investigasi peledakan Nord Stream.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, NEW YORK - China mendukung rancangan resolusi Rusia tentang penyelidikan ledakan di Nord Stream.
Resolusi rancangan Rusia diajukan ke Dewan Keamanan PBB guna membentuk komisi untuk menyelidiki sabotase pipa Nord Stream itu.
Sikap Beijing ini disampaikan Duta Besar China di PBB, Zhang Jun, Senin (20/2/2023). "Ya, tentu saja," katanya menjawab pertanyaan jurnalis apakah China mendukung draft resolusi Rusia itu.
Menurut diplomat itu, pembentukan komisi penyelidikan atas sabotse infrastruktur regional itu permintaan yang sah.
Utusan tersebut mencatat China mendukung pembahasan topik ini di Dewan Keamanan.
China juga mendukung penerapan tindakan yang tepat untuk memastikan ada gambaran yang jelas tentang apa yang terjadi, dan meminta pertanggungjawaban para pelakunya.
Detail struktur komisi penyelidikan menurut draft resolusi itu tengah menunggi finalisasi.
Baca juga: Peledakan Nord Stream Punya Konsekuensi Sangat Serius bagi Eropa
Baca juga: Hersh Janjikan Laporan Lebih Teknis Terkait Peledakan Nord Stream
Baca juga: Politisi Jerman Tuntut Kanselir Olaf Scholz Serius Selidiki Ledakan Nord Stream
Menurut rancangan tersebut, komisi harus terdiri pengacara independen dan diakui secara internasional, yang akan dipilih Sekretaris Jenderal PBB.
Pada saat yang sama, kepala komite penyelidikan harus melapor dalam waktu 14 hari kepada Dewan Keamanan tentang rekomendasi komisi.
Draft resolusi itu berisi kecaman atas perusakan Nord Streams dan menekankan peristiwa itu jelas sabotase, bukan bencana alam.
Teks resolusi juga menunjukkan serangan terhadap saluran pipa terjadi setelah ancaman berulang kali terhadap Nord Stream oleh pimpinan AS.
Sebelumnya, Rusia meminta pertemuan Dewan Keamanan PBB pada 22 Februari 2023 sehubungan perusakan Nord Stream.
Ledakan Nord Stream di lepas pantai Denmark terjadi 26 September 2022 di dua dua pipa gas ekspor Rusia ke Eropa.
Vladimir Putin menyebutnya tindakan terorisme yang nyata. Otoritas Jerman, Denmark, dan Swedia tidak mengesampingkan sabotase yang ditargetkan.
Operator Nord Stream, Nord Stream AG, melaporkan kerusakan infrastruktur yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mencatat tidak mungkin untuk memperkirakan jangka waktu perbaikan.
Putin : Penyabot Ukraina Serang Warga Sipil di Bryanks Rusia |
![]() |
---|
Petempur PMC Wagner Kibarkan Bendera di Jantung Kota Bakhmut |
![]() |
---|
Serangan Massal Drone ke Krimea Gagal, 10 Drone Ukraina Ditembak Jatuh Rusia |
![]() |
---|
Pasukan Ukraina Bakal Segera Mundur dari Artemovsk/Bakhmut |
![]() |
---|
Rusia Tembak Jatuh Drone Ukraina yang Serang Krasnodar dan Adygea |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.