Perang Rusia Vs Ukraina
Hersh Janjikan Laporan Lebih Teknis Terkait Peledakan Nord Stream
Seymour Hersh menjanjikan tulisan lebih teknis terkait peledakan Nord Stream oleh AS, yang laporannya dibantah pemerintah Washington.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, NEW YORK – Jurnalis kawakan Seymour Hersh mungkin akan melanjutkan menulis laporan yang lebih banyak tentang sabotase jaringan pipa gas Nord Stream oleh AS.
Dalam tulisan mendalamnya di Substack.com awal bulan ini, Seymour Hersh mengklaim Presiden AS betrtanggungjawab atas peledakan Nord Stream yang dilakukan apparat AS dan Norwegia.
Hersh telah memberikan wawancara ke Berliner Zeitung dan kanal Democracy Now!, tapi tidak ke media arus utama AS yang dianggap menutup mata atas fakta peristiwa ini.
Selama wawancara dengan salah satu outlet media, Hersh mengklaim perencanaan operasi yang mengakibatkan kehancuran Nord Stream dipisahkan dan sangat rahasia.
"Dengan kata lain, presiden hanya mengetahui (bahwa) kita bisa melakukannya," kata Hersh. "Saya mungkin akan menulis lebih banyak tentang mekanismenya," kata Hersh.
Dia mencatat Norwegia menunjukkan kepada AS di mana pipa bawah laut berjalan relatif dekat dengan permukaan, sehingga penyelam AS dapat mencapainya dan melakukan perbuatan itu.
Baca juga: Peledakan Nord Stream Punya Konsekuensi Sangat Serius bagi Eropa
Baca juga: Petunjuk Baru Peledakan Nord Stream Lengkapi Laporan Seymour Hersh
Baca juga: Seymour Hersh : Hanya 6 dari 8 Bom Meledak di Pipa Nord Stream
Pemenang Pulitzer Award itu juga mengatakan tindakan kepemimpinan AS pada dasarnya mengakibatkan rakyat Rusia bersatu di belakang Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pemerintah AS, baik di Gedung Putih maupun instansi lain telah membantah laporan Seymour Hersh. Terbaru bantahan datang dari John Kirby.
Juru bicara Dewan Keamana Nasional AS itu menyataka, AS tidak terlibat dalam sabotase Nord Stream. Kirby menyampaikan bantahan saat diwawancarai saluran televisi Fox News, Minggu.
“Itu cerita yang benar-benar salah,” katanya, mengacu pada laporan Februari oleh jurnalis pemenang Penghargaan Pulitzer Seymour Hersh.
Sabotase Nord Strea terjadi 26 September 2022 terhadap infrastruktur yang mengangkut gas alam dari Rusia ke Jerman melalui Laut Baltik.
"Tidak ada kebenarannya, Shannon," katanya kepada pembawa acara Fox News, Shannon Bream.
“Tidak sedikit pun. Itu tidak benar. Amerika Serikat - tidak ada perwakilan dari Amerika Serikat - ada hubungannya dengan itu. Tidak ada apa-apa," bantah Kirby.
Dalam laporan 8 Februari 2023, Hersh mengutip sumber anonim yang mengetahui situasi tersebut yang mengatakan kepadanya AS bertindak bersama intelijen militer Norwegia.
Langkah itu, menurut dugaan Hersh, dirancang untuk memaksa Jerman memberi Ukraina dukungan militer dan keuangan selama konfliknya dengan Rusia.
Putin : Penyabot Ukraina Serang Warga Sipil di Bryanks Rusia |
![]() |
---|
Petempur PMC Wagner Kibarkan Bendera di Jantung Kota Bakhmut |
![]() |
---|
Serangan Massal Drone ke Krimea Gagal, 10 Drone Ukraina Ditembak Jatuh Rusia |
![]() |
---|
Pasukan Ukraina Bakal Segera Mundur dari Artemovsk/Bakhmut |
![]() |
---|
Rusia Tembak Jatuh Drone Ukraina yang Serang Krasnodar dan Adygea |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.