Perang Rusia Vs Ukraina
Seymour Hersh : Hanya 6 dari 8 Bom Meledak di Pipa Nord Stream
Seymour Hersh, penulis laporan sabotase Nord Stream di Laut Baltik menyebut hanya 6 dari 8 bom yang ditanam yang meledak.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Story Highlight
- Seymour Hersh, jurnalis kawakan dengan pengalaman lebih dari 50 tahun merilis laporan mendalam terkait sabotase Nord Stream
- Berdasar keterangan narasumbernya, ledakan jaringan Nord Stream disebabkan sabotase bom yang didalangi Presiden AS Joe Biden
- Tujuan sabotase, menghentikan kerjasama Jerman dan Eropa dengan Rusia, sekaligus mematikan suplai gas ke Eropa
- Laporan mendalam Seymour Hersh, pemenang Pulitzer Award itu dipublikasikan di media Substack.com
- Gedung Putih, Pentagon, dan CIA membantah isi laporan Hersh, mereka kompak menyebutnya laporan itu palsu
TRIBUNJOGJA.COM, BERLIN - Wartawan investigasi pemenang Hadiah Pulitzer Seymour Hersh mengatakan hanya enam dari delapan bom yang ditanam di bawah pipa Nord Stream meledak.
Sisanya terkubur di dasar Laut Baltik Bersama puing-puing jaringan pipa gas Nord Stream. Menurut Hersh, bom tidak meledak karena terlalu lama di dalam air.
Media Sputnik melansir penjelasan terbaru Seymour Hersh yang mereka kutip dari Berliner Zeitung, Rabu (15/2/2023).
Pekan lalu, Hersh menerbitkan sebuah laporan yang mengatakan penyelam Angkatan Laut AS menanam bahan peledak C4 di pipa Nord Stream.
Operasi berlangsung sangat rahasia di bawah perintah Presiden AS Joe Biden. Penanaman bahan peledak bersamaan latihan tempur Baltic Operation NATO musim panas 2022.
Menurut laporan Syemur Hersh yang menggunakan sumber primer yang dilindunginya, Biden memutuskan menyabot Nord Streams setelah lebih dari sembilan bulan melakukan diskusi rahasia dengan tim keamanan nasional.
"Itu adalah kisah yang ingin saya ceritakan. Pada akhir September 2022, delapan bom akan diledakkan di titik Pulau Bornholm di Laut Baltik, enam di antaranya meledak," kata Hersh kepada media Berliner Zeitung.
Dia menambahkan kedua bom tersebut tidak meledak karena menghabiskan terlalu banyak waktu di bawah air saat Biden menunda operasi khusus penghancuran jaringan pipa.
Wartawan kawakan tersebut mengatakan Biden tidak memiliki rencana yang rumit untuk meledakkan pipa, yang sudah muncul selama pertemuannya dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Februari 2022.
"Kami orang Amerika tidak memiliki rencana yang berhasil pada saat itu, tetapi kami tahu kami memiliki kesempatan untuk mengimplementasikannya," kata Hersh, mengacu percakapan Januari-Februari 2022.
Dia mengatakan sudah jelas bagi tim Gedung Putih mereka dapat meledakkan pipa menggunakan bahan peledak sangat kuat yang disebut C4.

Baca juga: AS di Balik Peledakan Nord Stream, Tulisan Lengkap Seymour Hersh - BAGIAN SATU
Baca juga: Siapa Jake Sullivan, Aktor Utama Perencana Sabotase Nord Stream?
Baca juga: Putra Donald Trump Sindir Elite AS Alihkan Isu Sabotase Nord Stream
Peledakan dapat dikendalikan dari jarak jauh dengan instrumen hidroakustik bawah air. Pada awal Januari, menurut Hersh, opsi tersebut dilaporkan ke Gedung Putih.
Dua atau tiga minggu kemudian, Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik Victoria Nuland mengatakan Washington "dapat melakukannya".
Operasi itu sangat rahasia, dan presiden seharusnya tidak memberi tahu siapa pun tentang kemampuan AS.
Putin : Penyabot Ukraina Serang Warga Sipil di Bryanks Rusia |
![]() |
---|
Petempur PMC Wagner Kibarkan Bendera di Jantung Kota Bakhmut |
![]() |
---|
Serangan Massal Drone ke Krimea Gagal, 10 Drone Ukraina Ditembak Jatuh Rusia |
![]() |
---|
Pasukan Ukraina Bakal Segera Mundur dari Artemovsk/Bakhmut |
![]() |
---|
Rusia Tembak Jatuh Drone Ukraina yang Serang Krasnodar dan Adygea |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.