Politik Global

Putra Donald Trump Sindir Elite AS Alihkan Isu Sabotase Nord Stream

Donald Trump Jr memposting meme yang menyindir elite AS, media dan warganya yang heboh isu UFO ketimbang laporan sabotase Nord Stream oleh Washington.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Southfront.org
Gas metana muncul ke permukaan Laut Baltik di dekat Pulau Bolstrom Denmark setelah diledakkan tim khusus operasi rahasia AS yang diperintahkan Presiden Joe Biden dan timnya. Peristiwa sabotase objek vital ini terjadi 26 September 2022. 

TRIBUNJOGJA.COM, NEW YORK – Donald Trump Jr, putra mantan Presiden AS Donald J Trump memposting meme ke halaman Telegramnya yang menyindir warga Amerika terkait UFO, balon China dan sabotase Nord Stream.

Trump Jr menyindir warga dan media di AS memberi perhatian lebih isu UFO dibandingkan laporan pengungkapan jurnalis investigasi Seymour Hersh.

Jurnalis investigatif kawakan itu menulis berdasar narasumbernya, AS bertanggung jawab langsung atas sabotase pipa Nord Stream Rusia, 26 September 2022.

Gambar yang diposting Trump Jr - berdasarkan meme Tumblr yang tidak dikenal berjudul "Bisakah kita berbicara dengan gajah di dalam ruangan?" - menunjukkan seorang wanita di supermarket melihat barang-barang berlabel "UFOS".

Sementara gajah balon tiup merah muda raksasa berlabel "THE US BLEW UP NORD STREAM" melihat dari belakangnya. Berita ini dilansir dari laman Sputniknews.com, Selasa (14/2/2023).

Ini bahasa perumpamaan mirip seperti pepatah umum di Indonesia, “Gajah di Pelupuk Mata tak Tampak, Semut di Seberang Tampak”.

Baca juga: Seymour Hersh Blak-blakan Sabotase Nord Stream, Tutup Rapat Narasumbernya

Baca juga: Siapa Jake Sullivan, Aktor Utama Perencana Sabotase Nord Stream?

Baca juga: AS di Balik Peledakan Nord Stream, Tulisan Lengkap Seymour Hersh - BAGIAN SATU

Media AS terarah menyajikan kehebohan saat militer AS menemukan dan menjatuhkan beberapa benda terbang tak dikenal di wilayah udara AS dan Kanada.

Militer menyatakan meningkatkan kewaspadaan sejak penembakan balon cuaca China pada 4 Februari yang telah melintasi Alaska, sebagian Kanada, dan benua Amerika Serikat.

Media besar di AS menghindar dari melaporkan artikel Seymour Hersh di Substack.com, yang merinci bagaimana penyelam Angkatan Laut AS menempatkan bahan peledak C4 pada empat pipa Nord Stream di lepas pulau Bornholm Denmark selama latihan NATO musim panas lalu.

Outlet yang meliput laporan Hersh sebagian besar membatasi diri dan mencoba mengambil sudut pandang lain.

Kantor berita Reuters memuat artikel berjudul "Gedung Putih mengatakan posting blog tentang ledakan Nord Stream 'benar-benar salah'".

Sudut pandangnya bantahan Gedung Putih yang berusaha mengurangi kredibilitas Seymour Hersh, pemenang Hadiah Pulitzer, yang lebih dari 50 tahun menulis investigasi.

Reuters dan juru bicara pemerintah AS melabeli karya Hersh sebagai "postingan blog.”

Presiden AS Donald Trump (kanan) bersama Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri konferensi APEC di Danang, Vietnam.
Presiden AS Donald Trump (kanan) bersama Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri konferensi APEC di Danang, Vietnam. (MIKHAIL KLIMENTYEV / SPUTNIK / AFP)

Business Insider memuat artikel yang bahkan lebih agresif, berjudul "Klaim oleh seorang jurnalis yang didiskreditkan AS diam-diam meledakkan pipa Nord Stream membuktikan hadiah untuk Putin."

Snopes, sebuah layanan "pemeriksa fakta" yang dikenal karena menyerang narasi yang menantang garis kemapanan, menjuluki laporan Hersh sebagai "konspirasi".

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved