Politik Global

Sergey Lavrov :  Pendaftar BRICS Mencapai 20 Negara di Asia dan Afrika

Menlu Rusia Sergey Lavrov menginformasikan pendaftar keanggotaan BRICS sudah mencapai 20an negara dari Asia maupun Afrika.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
AFP/GIOVANNI GREZZI
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. 

TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, jumlah negara yang mendaftar untuk bergabung dengan blok ekonomi BRICS dan Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) telah melonjak menjadi 20 negara.

Sergey Lavrov menyampaikan perkembangan itu dalam pertemuan dengan kepala kantor regional Kementerian Luar Negeri Rusia, Senin (27/2/2023).

BRICS adalah asosiasi informal dari negara-negara berkembang utama dunia yang dibentuk pada tahun 2006, yang terdiri dari Brasil, Rusia, India dan Cina, dengan Afrika Selatan bergabung dengan grup tersebut pada 2010.

“Selama beberapa tahun terakhir, termasuk selama tahun pertama operasi militer khusus Rusia di Ukraina, jumlah negara yang ingin bergabung dengan BRICS dan Organisasi Kerjasama Shanghai telah meningkat secara dramatis. Sampai sekarang, ada sekitar dua puluh dari mereka," kata Lavrov.

Beberapa negara di dunia dilaporkan telah menyuarakan niat mereka untuk menjadi anggota kedua blok tersebut sejak awal 2022. Negara-negara anggota organisasi antar pemerintah ini kabarnya menyambut baik aspirasi mereka.

Baca juga: Bakal Tinggalkan Barat, Arab Saudi Minat Gabung Blok Ekonomi BRICS

Baca juga: Megawati Nyatakan PDIP Dukung Upaya BRICS Bentuk New Development Bank

Dia menambahkan, banyak dari mereka yang melamar berperan penting di daerahnya. Ini termasuk Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Indonesia, Meksiko dan Mesir.

Menteri itu mencatat daftar negara-negara ini sendiri dengan jelas menunjukkan kegagalan upaya barat untuk mengisolasi Rusia, yang merupakan inisiator BRICS dan SCO.

“Upaya barat untuk memaksakan kehendaknya pada orang lain, untuk memaksakan apa yang disebut aturannya yang ingin ia bangun dan pertahankan tatanan pro-barat sama sekali sia-sia dan sama sekali tidak ada harapan,” lanjut Lavrov.

Niat negara-negara ini untuk bergabung dengan blok juga mencerminkan kegagalan strategi barat, yang menghasilkan efek sebaliknya.

Menurut Lavrov, pemahaman tentang proses tektonik geopolitik mendorong negara-negara untuk bekerja sama dengan mitra yang berpikiran sama.

Alasan utama untuk ini, tambahnya, adalah mereka bersedia untuk mandiri dalam tindakan mereka dan dalam kemitraan apa pun, mengutamakan kepentingan nasional mereka sendiri dan bukan keinginan orang lain.

Dalam hal ini, kerja sama dengan Rusia, serta dengan negara-negara anggota blok regional lainnya, memberikan bidang interaksi yang luas.

Dalam pertemuan tersebut, Lavrov juga mendesak wilayah Rusia untuk bekerja sama dengan BRICS dan SCO.

Menurut Menkeu Rusia, di dalam organisasi tersebut sudah ada format yang ditujukan untuk interaksi dan kerja sama regional antar daerah dan provinsi negara peserta.

Kandidat potensial untuk bergabung termasuk negara-negara seperti Argentina, Mesir, Iran, Arab Saudi , Aljazair dan Turki.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved