Politik Global

Sergey Lavrov :  Pendaftar BRICS Mencapai 20 Negara di Asia dan Afrika

Menlu Rusia Sergey Lavrov menginformasikan pendaftar keanggotaan BRICS sudah mencapai 20an negara dari Asia maupun Afrika.

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
AFP/GIOVANNI GREZZI
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. 

Negara-negara ini telah menyatakan minat mereka untuk bergabung dengan grup tersebut selama beberapa bulan dan tahun terakhir.

Secara khusus, Aljazair mengajukan permohonan resminya pada November tahun lalu. Pada Desember, Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune berharap negaranya dapat bergabung dengan aliansi tersebut pada 2023.

Awal bulan ini, Menlu Rusia mengungkapkan Aljazair, karena segala kelebihannya, adalah salah satu kandidat utama untuk keanggotaan BRICS.

Sergey Lavrov pada pekan-pekan lalu, atau awal Februari menggelar tur panjang ke benua Afrika. Hasilnya dianggap sangat baik.

Saat tiba di Khartoum, Sudan, Lavrov yakin upaya para diplomat barat untuk mempengaruhi hubungan antara Rusia dan negara-negara Afrika tidak akan berpengaruh.

Perwakilan Uni Eropa secara hamper bersamaan mengunjungi negara-negara Afrika. Lavrov menyebutnya sebagai kebetulan yang mencurigakan.

Dia menyatakan delegasi di Afrika merasa para diplomat barat melecehkan benua itu dengan kunjungan pencegahan yang ditujukan untuk merusak hubungan dengan teman-teman Afrika.

"Tampaknya mereka mengikuti kita, menelusuri jejak kita. Ketika kita mengunjungi Republik Afrika Selatan beberapa bulan lalu, keesokan harinya tim besar perwakilan barat tiba di sana, termasuk Tuan (Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep) Borrell,” kata Lavrov.

Diplomat senior Rusia itu menyindir Borrel meninggalkan taman mekar (Eropa) untuk kesempatan ini, datang ke apa yang dia sebut hutan (Afrika) untuk mencoba membawa perselisihan dalam hubungan kita dengan teman-teman Afrika," kata Lavrov.

Lavrov menekankan barat menuntut agar negara-negara mengutuk Rusia dengan keras kepala dan kurang ajar karena merasa itu salah.

Menurut Lavrov, ia tidak percaya pada demokrasi apa pun, jika tidak ia akan meninggalkan negara berkembang sendirian.

Selain itu, Lavrov memastikan proses Kerjasama pembentukan pangkalan angkatan laut logistik Rusia di Sudan sedang berlangsung.(Tribunjogja.com/RussiaToday/xna)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved