Iran Tegaskan Siap Berperang Dalam Waktu Lama
Pemerintah Iran memastikan negaranya siap untuk berperang dalam jangka waktu lama.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pemerintah Iran memastikan negaranya siap untuk berperang dalam jangka waktu lama.
Militer Iran sudah menyiapkan skenario berperang lebih dari 12 hari seperti saat terjadi perang melawan Israel pada Juni 2025 silam.
Penegasan itu disampaikan langsung oleh Duta Besar Republik Islam Iran, Mohammad Boroujerdi.
Boroujerdi mengungkapkan, negaranya secara prinsip tidak ingin berperang.
Namun jika diserang oleh negara lain, maka Iran siap untuk membalasnya.
“Kami sudah ingatkan kepada mereka bahwa kami tidak ingin berperang dikarenakan kami tidak mengharapkan juga sebuah peperangan, tetapi pada saat bersamaan kami sudah siap siaga,” ujar Boroujerdi dalam jumpa pers di rumah dinasnya, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026) dikutip dari Kompas.com.
Perlawanan yang akan dilakukan oleh Iran menurut Boroujerdi akan lebih dahsyat terhadap seluruh pihak yang terlibat penyerangan negaranya.
“Siap melawan, lebih kuat dan lebih siap dari perang 12 hari yang pernah kami lewati. Kami siap untuk mematahkan dan memberikan balasan terhadap berbagai fitnah yang mereka lancarkan terhadap negara kami,” jelas dia.
Baca juga: Senjata Iran dalam Memerangi AS dan Israel
Korban Jiwa
Sementara itu terkait dengan korban jiwa yang ditimbulkan oleh serangan Israel dan AS, Boroujerdi mengakui ada ratusan orang tewas.
Serangan yang dilancarkan oleh Israel dan AS pada Sabtu (28/2/2026) tersebut menyasar tempat sipil di Iran seperti rumah sakit, sekolah, dan fasilitas umum lainnya.
Akibatnya, tidak sedikit korban berasal dari kalangan masyarakat sipil.
“Dalam penyerangan ini sampai dengan hari ini lebih dari 555 orang masyarakat sipil menjadi korban, di mana sebagian besar di antara mereka berasal dari kaum anak-anak dan wanita,” kata Boroujerdi.
“Kurang lebih lebih dari 200 anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar meninggal dunia dan berbagai golongan masyarakat non-militer sipil yang sedang merayakan dan sedang menjalankan ibadah puasa dalam keadaan puasa dijadikan korban,” tambah dia.
Menurut Boroujerdi, AS dan Israel tidak menghormati bulan suci Ramadhan maupun masyarakat yang sedang berpuasa.
Boroujerdi menyatakan bahwa AS dan Israel tidak menghargai diplomasi serta negosiasi.
| Syarat Teheran untuk Washington: Hentikan Blokade Laut Jika Ingin Dialog Damai Berlanjut |
|
|---|
| Guru Besar UGM Minta Pemerintah Menutup Ruang Udara untuk Militer AS |
|
|---|
| Dua Kapal Asing Disita, Militer Iran: Jangan Coba-coba Ganggu Keamanan Selat Hormuz |
|
|---|
| Moralitas dan Keadilan dalam Perang |
|
|---|
| Trump Berubah Pikiran: Gencatan Senjata AS-Iran Diperpanjang di Menit Terakhir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Iran-vs-Israel.jpg)