Senjata Iran dalam Memerangi AS dan Israel
Setelah dihantam oleh rudal Israel dan AS, Iran menyerang Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan AS.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Setelah dihantam oleh rudal Israel dan AS, Iran menyerang Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan AS.
- Lalu senjata apa yang mendukung Iran dalam membalas serandang Amerika Serikat dan Israel?
- Segera setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada hari Sabtu, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa pejabat senior, Teheran segera memberikan respons.
TRIBUNJOGJA.COM - Setelah dihantam oleh rudal Israel dan AS, Iran menyerang Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan AS.
Lalu senjata apa yang mendukung Iran dalam membalas serandang Amerika Serikat dan Israel?
Segera setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada hari Sabtu, yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa pejabat senior, Teheran segera memberikan respons.
Iran mengatakan bahwa serangan balasan mereka menargetkan Israel dan situs-situs militer yang terkait dengan AS di seluruh wilayah tersebut, termasuk di negara-negara Teluk yang menampung pasukan AS, menurut Al Jazeera.
Kekuatan persenjataan Iran: Rudal, jangkauan, dan strategi
Kekuatan rudal Iran merupakan inti dari cara mereka berperang dan memberi sinyal.
Analis pertahanan menggambarkannya sebagai yang terbesar dan paling beragam di Timur Tengah, mencakup rudal balistik dan rudal jelajah, dan dirancang untuk memberi Teheran jangkauan bahkan tanpa angkatan udara modern.
Para pejabat Iran menganggap program rudal negara itu sebagai tulang punggung pencegahan, sebagian karena angkatan udara bergantung pada pesawat yang sudah tua.
Pemerintah Barat berpendapat bahwa rudal Iran memicu ketidakstabilan regional dan dapat mendukung peran pengiriman senjata nuklir di masa depan, sebuah klaim yang ditolak Teheran.
Rudal balistik Iran dengan jangkauan terjauh dapat menempuh jarak antara 2.000 km dan 2.500 km.
Itu berarti rudal-rudal ini dapat mencapai Israel, pangkalan-pangkalan yang terkait dengan AS di seluruh Teluk dan sebagian besar wilayah yang lebih luas, tetapi bertentangan dengan klaim Trump dan beberapa orang di sekitarnya, rudal-rudal ini tidak dapat mendekati AS.
Rudal jarak pendek
Rudal balistik jarak pendek, sekitar 150-800 km, dirancang untuk target militer terdekat dan serangan regional yang cepat.
Sistem inti mencakup varian Fateh: Zolfaghar, Qiam-1, dan rudal Shahab-1/2 yang lebih tua.
Jangkauan yang lebih pendek dapat menjadi keuntungan dalam situasi krisis.
Rudal-rudal ini dapat diluncurkan secara beruntun, memperpendek waktu peringatan dan mempersulit serangan pendahuluan.
| IRGC : Kami Punya Senjata Rahasia yang Tak Terbayangkan oleh AS dan Israel |
|
|---|
| Trump Ngebet Damai dengan Iran, Mau Gelar Perundingan Kedua |
|
|---|
| Peneliti PSKP UGM Sebut Masih Ada Peluang Konflik AS-Iran Mereda |
|
|---|
| Ketegangan AS-Iran Memuncak, Blokade Selat Hormuz Ancam Jalur Perdagangan Dunia |
|
|---|
| Mediasi As-Iran Buntu, Pakar UMY Sebut Ancaman Trump Sebagai Diplomasi Koersif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Iran-vs-Israel.jpg)