JOGJA HARI INI : Dipaksa Berlutut Dengan Tangan Diikat

Ratusan aktivis internasional yang ditahan pasukan Israel mendapat perlakuan yang tidak manusiawi.

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/Nawir Arsyad Akbar
Jurnalis Republika, Bambang Noroyono yang ikut dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dilaporkan ditangkap tentara Israel, Senin (18/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pasukan Israel mencegat armada bantuan Global Sumud yang menuju Gaza dan menahan sekitar 430 aktivis internasional, termasuk warga Indonesia.
  • Menteri Israel, Itamar Ben-Gvir, memicu kecaman setelah mengunggah video yang memperlihatkan para aktivis dipaksa berlutut dengan tangan terikat kabel ties.
  • Berbagai negara Eropa dan Asia mengecam keras aksi tersebut, menuntut permintaan maaf, serta mendesak pembebasan warga negara mereka dengan segera.

 

TRIBUNJOGJA.COM, TEL AVIV - Ratusan aktivis internasional yang ditahan pasukan Israel mendapat perlakuan yang tidak manusiawi.

Video yang diunggah pejabat Israel memperlihatkan para aktivis Global Sumud dipaksa berlutut dengan tangan terikat di belakang punggung, memicu kritik dari sejumlah negara hingga pejabat pemerintah Israel sendiri.

Perlu diketahui, armada bantuan itu berlayar dari Turkiye selatan sebagai upaya terbaru menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Penyelenggara misi menyebut mereka ingin menembus blokade Israel terhadap wilayah tersebut, yang dinilai masih menghambat masuknya bantuan meski gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berlaku sejak Oktober 2025.

Dilansir dari Reuters, aktivis ditangkap setelah armada mereka dicegat pasukan Israel pada Selasa (19/5) dan kemudian dibawa ke pelabuhan Israel.

Penyelenggara menyebut terdapat sekitar 430 orang di dalam armada tersebut, termasuk warga Italia, Indonesia, dan Korea Selatan.

Menteri Keamanan Nasional Israel sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, mengunggah video di platform X yang memperlihatkan seorang aktivis dijatuhkan ke tanah setelah meneriakkan “Free, free Palestine”.

Video itu juga menunjukkan puluhan aktivis berlutut berjajar dengan tangan diikat menggunakan kabel ties di area yang tampak seperti fasilitas pelabuhan terbuka di Israel.

Di latar belakang terlihat personel bersenjata berjaga dari kapal militer.

“Mereka datang sebagai pahlawan besar,” kata Ben-Gvir dalam video tersebut sambil membawa bendera besar Israel. “Lihat mereka sekarang. Lihat bagaimana mereka sekarang, bukan pahlawan dan bukan apa-apa.”

Desak permintaan maaf

Sejumlah negara Eropa dan anggota parlemen mengecam keras tindakan Israel terhadap para aktivis yang ditahan dalam misi Global Sumud Flotilla yang berlayar menuju Gaza.  

Respons tersebut muncul usai mitra koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengunggah rekaman para aktivis yang dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional.

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot memanggil duta besar Israel untuk menyampaikan kemarahannya dan mengatakan bahwa tindakan Ben-Gvir tidak dapat diterima. Barrot menuntut pembebasan warga negaranya sesegera mungkin.

“Tindakan Ben-Gvir terhadap para penumpang armada Global Sumud, yang bahkan dikecam oleh rekan-rekannya sendiri di pemerintahan Israel, tidak dapat diterima,” tulis Barrot, dilansir dari Anadolu Agency, Rabu (20/5/2026).

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved