JOGJA HARI INI : Dipaksa Berlutut Dengan Tangan Diikat

Ratusan aktivis internasional yang ditahan pasukan Israel mendapat perlakuan yang tidak manusiawi.

Tayang:
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
KOMPAS.com/Nawir Arsyad Akbar
Jurnalis Republika, Bambang Noroyono yang ikut dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dilaporkan ditangkap tentara Israel, Senin (18/5/2026). 

Barrot mengatakan meski Paris berulang kali tidak setuju dengan inisiatif armada Flotilla, ia menekankan bahwa warga negara Prancis tetap harus diperlakukan dengan hormat dan dibebaskan sesegera mungkin.

Baca juga: AJI Yogyakarta Kecam Israel atas Penculikan Jurnalis WNI, Minta Presiden Prabowo Turun Tangan

Spanyol juga memanggil kuasa usaha Israel setelah Menteri Luar Negeri Spanyol, Jose Manuel Albares mengecam perlakuan yang menurutnya tidak manusiawi dan memalukan.

 “Saya ulangi, perlakuan ini mengerikan, memalukan, dan tidak manusiawi. Kami menuntut permintaan maaf publik dari Israel," kata Albares.

Italia turut mengumumkan akan memanggil duta besar Israel setelah Perdana Menteri Giorgia Meloni dan Menteri Luar Negeri Antonio Tajani mengutuk perlakuan Israel.

“Gambar-gambar Menteri Israel Ben Gvir tidak dapat diterima. Tidak dapat diterima bahwa para pengunjuk rasa ini, termasuk banyak warga negara Italia, diperlakukan dengan cara yang melanggar martabat manusia mereka,” kata mereka dalam pernyataan.

Pemerintah Italia mengatakan pihaknya mengambil langkah segera di tingkat institusional tertinggi untuk mengamankan pembebasan warganya.

Mereka juga menuntut klarifikasi resmi serta permintaan maaf dari Israel.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengaku benar-benar terkejut oleh rekaman tersebut, dan mengatakan hal itu melanggar standar dasar penghormatan dan martabat.

“Kami telah menuntut penjelasan dari pihak berwenang Israel dan memperjelas kewajiban mereka untuk melindungi hak-hak warga negara kami dan semua pihak yang terlibat,” kata Cooper.

Belgia juga turut memanggil duta besar Israel setelah Menteri Luar Negeri Maxime Prevot menggambarkan perlakuan terhadap para aktivis sebagai sesuatu yang sangat mengganggu.

“Gambar-gambar yang beredar tentang perlakuan terhadap para aktivis Flotilla sangat meresahkan. Orang-orang ditawan, diikat, dipaksa telungkup, dan seorang menteri pemerintah menyiarkan penghinaan mereka di media sosial,” tulis Prevot.

Menteri Luar Negeri Belanda Tom Berendsen mengecam tindakan Israel dan mengatakan perlakuan terhadap para tahanan melanggar martabat manusia dasar.

Serupa, Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin menggambarkannya sebagai perilaku yang mengejutkan dan mengatakan hal tersebut melanggar hukum internasional.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Slovenia Tanja Fajon menyebut perlakuan terhadap para aktivis sangat mengerikan, mengejutkan, dan sama sekali tidak dapat diterima.

Yunani juga mengutuk perlakuan terhadap para aktivis, dengan Kementerian Luar Negeri menyebut perilaku Ben-Gvir tidak dapat diterima dan benar-benar terkutuk.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved