Perang Rusia Vs Ukraina

Petunjuk Baru Peledakan Nord Stream Lengkapi Laporan Seymour Hersh

Seorang anggota militer peserta latuihan erang BalOps 2022 mengaku melihat beberapa pria AS muncul di Laut Baltik, diduga penyelam khusus AS.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
AFP
Carl Vinson (tengah) dipandu oleh berbagai kapal perang lainnya. 

Tapi ia menambahkan orang telah dapat menemukan sumber informasi alternatif dan independen untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Dougan mengatakan satu-satunya yang diuntungkan dari konflik Ukraina adalah perusahaan pertahanan dan energi AS, yang menghasilkan miliaran dolar dari kontrak senjata dan penjualan gas AS ke Eropa.

Dalam tulisan di Substack.com, Seymour Hersh merinci bagaimana penyelam Angkatan Laut AS yang beroperasi di bawah kedok latihan BALTOPS 22 memasang bahan peledak C4  di dasar laut.

Titiknya ada di perairan Pulau Bornholm Denmark. Dari 8 peledak yang dipasang, 6 meledak, dua gagal. Ledakan itu menghancurkan tiga dari empat jalur pipa Nord Stream.

Menurut informasi Hersh, para penyelam beroperasi dari kapal penyapu ranjau kelas Alta Norwegia, dengan C4 yang kemudian dipicu pelampung sonar yang dijatuhkan pesawat pengintai P8 Angkatan Laut Norwegia.

Sistem komunikasi bahan peledak ke pelampung dikatakan telah menggunakan teknologi pemrosesan sinyal yang sangat canggih.

Media-media besar di AS menanggapi pelaporan Hersh dengan berpura-pura tidak tahu dan sebaliknya merendahkan kualitas laporan Hersh.

Pejabat AS tegas membantah informasi dalam laporan Hersh, dan membantah keterlibatan AS dalam serangan teror Nord Stream.

Moskow telah bersumpah untuk tidak membiarkan pengungkapan bom itu disembunyikan.

China menyerukan penyelidikan yang tidak memihak atas insiden tersebut.

Rusia telah menjadwalkan pertemuan Dewan Keamanan PBB tentang masalah ini pada 22 Februari 2023.(Tribunjogja.com/Sputniknews/xna)

 

 

Pada hari Kamis, Duta Besar AS untuk NATO Julianne Smith menegaskan kembali bahwa AS menolak semua tuduhan keterlibatan dalam serangan Nord Stream, mengatakan dia tidak tahu siapa yang berada di balik ledakan itu, dan Washington ingin melihat penyelidikan berlanjut.

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved