Perang Rusia Vs Ukraina

Petunjuk Baru Peledakan Nord Stream Lengkapi Laporan Seymour Hersh

Seorang anggota militer peserta latuihan erang BalOps 2022 mengaku melihat beberapa pria AS muncul di Laut Baltik, diduga penyelam khusus AS.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
AFP
Carl Vinson (tengah) dipandu oleh berbagai kapal perang lainnya. 

Sumber dalam email mencatat penggunaan sistem pernapasan bantuan selam yang digunakan versi militer MK29 pria, yang menggunakan campuran oksigen-helium untuk menyelam di laut dalam.

Dia juga memperhatikan orang-orang itu memiliki peralatan bermutu tinggi dan mahal lainnya yang tidak digunakan oleh unit Angkatan Laut biasa.

Mereka membawa kotak kecil, isinya tidak diketahui. Orang-orang itu mengidentifikasi diri mereka sebagai peserta dalam "latihan penghapusan ranjau".

Operasi ini akan melibatkan pelayaran menggunakan perahu karet kecil ke tujuan tertentu, menemukan, dan menjinakkan ranjau anti-kapal.

Namun, menurut sang sumber, para penyelam tampaknya tidak siap untuk ini. Setelah percakapan mereka dengan komandan AS, orang-orang itu tidak pergi ke area Latihan.

Mereka menghilang di bawah air selama lebih dari enam jam. Tidak ada peralatan di kapal umum yang memungkinkan penyelam bertahan di bawah air selama enam jam.

Peralatan militer terbaru (memungkinkan) maksimal tiga atau empat jam, sumber itu mencatat dalam email.

Sekembalinya, para penyelam tidak lagi membawa kotak yang tadinya mereka bawa. Mereka dijemput helikopter dan diterbangkan keluar dari daerah tersebut.

Email tersebut diterima dan diverifikasi John Dougan, jurnalis warga AS di Rusia. Dougan memberi tahu Sputnik penulis email telah mengiriminya detail yang memverifikasi dirinya.

Dia menyertakan foto diri saat ikut latihan BALTOPS 22, ID militer, dan foto paspor.

Dougan tidak dapat membagikan informasi ini demi melindungi identitas sumber. Email itu dikirim dari akun yang kemudian dimusnahkan.

Berbicara kepada media Rusia, Dougan mengatakan dia percaya banyak orang di AS mulai "bangun" dan memahami apa yang terjadi di Ukraina.

Banyak yang mulai menyadari peran AS yang pada dasarnya memulai Perang Dunia III.

Sikap Pura-pura Media Barat

Dia mencatat media barat telah melakukan yang terbaik untuk memblokir penyebaran informasi yang benar tentang krisis Ukraina.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved