Breaking News:

Lowongan Abdi Dalem Kraton Yogyakarta Masih Terbuka, Berikut Persyaratan dan Posisinya

Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat membuka lowongan dan pendaftaran menjadi abdi dalem Kraton, berikut daftar persyaratannya

TRIBUNJOGJA/Bramasto Adhy
GAJIAN ABDI DALEM - Ratusan abdi dalem menerima gaji di Bangsal Kagungan Dalem Magangan, komplek Kraton Ngayogyakarta, Senin (27/8). Gaji yang berasal dari alokasi Dana Keistimewaan (Danais) tersebut diberikan dua bulan sekali dengan besaran yang berbeda-beda tergantung pangkat abdi dalem. TRIBUNJOGJA/Bramasto Adhy 

Sebab, jika diterima menjadi abdi akan ada kewajiban untuk marak dan sowan di Keraton Yogyakarta.

Abdi dalem Keraton Yogyakarta membawa tombak Kyai Wijoyo Mukti untuk dikembalikan di tempat penyimpanan seusai dilakukan prosesi jamasan di komplek Balaikota Yogyakarta, Kamis (4/10/2018).
Abdi dalem Keraton Yogyakarta membawa tombak Kyai Wijoyo Mukti untuk dikembalikan di tempat penyimpanan seusai dilakukan prosesi jamasan di komplek Balaikota Yogyakarta, Kamis (4/10/2018). (Tribun Jogja/ Hasan Sakri Ghozali)

Tahapan Seleksi

Adapun terkait tahap seleksi untuk menjadi abdi dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, akan dibagi menjadi dua tahap. 

Pertama dilaksanakan secara virtual dengan menyeleksi video yang dikirim peserta. 

Sementara untuk tahap kedua akan dilaksanakan penilaian secara langsung oleh tim dari KHP Kridhomardowo di Keraton Yogyakarta.

Baca juga: Keluarga Kraton Ngayogyakarta Hadiri Langsung Peringatan 266 Tahun Perjanjian Giyanti di Karanganyar

Baca juga: Kembali Gelar Sapa Aruh, Sri Sultan HB X Ajak Masyarakat Meniru Kehidupan Nelayan dan Petani

MB Brongtomadyo menambahkan, golongan yang dibuka pada penerimaan abdi dalem kali ini adalah wiyaga atau penabuh gamelan, pasindhen yakni penembang untuk perempuan, lebdaswara atau penembang untuk laki-laki, dan musikan atau korps musik yang bertugas memainkan alat musik barat di Keraton Yogyakarta.

Banyak juga yang mungkin mempertanyakan kenapa hanya empat golongan ini saja yang dibuka.

MB Brongtomadyo pun mengungkapkan bahwa itu semata karena alasan kebutuhan.

"Kalau untuk golongan lain di Kridhomardowo, menurut KPH Notonegoro, ini masih mencukupi. Sementara untuk tepas atau kawedanan lain, bukan kapasitas saya untuk menjawab, karena tiap tepas dan kawedanan memiliki kebijakannya masing-masing tentang tata cara penerimaan Abdi Dalem dan bidang apa saja yang dibutuhkan,” jelasnya.

GAJIAN ABDI DALEM - Ratusan abdi dalem menerima gaji di Bangsal Kagungan Dalem Magangan, komplek Kraton Ngayogyakarta, Senin (27/8). Gaji yang berasal dari alokasi Dana Keistimewaan (Danais) tersebut diberikan dua bulan sekali dengan besaran yang berbeda-beda tergantung pangkat abdi dalem.
TRIBUNJOGJA/Bramasto Adhy
GAJIAN ABDI DALEM - Ratusan abdi dalem menerima gaji di Bangsal Kagungan Dalem Magangan, komplek Kraton Ngayogyakarta, Senin (27/8). Gaji yang berasal dari alokasi Dana Keistimewaan (Danais) tersebut diberikan dua bulan sekali dengan besaran yang berbeda-beda tergantung pangkat abdi dalem. TRIBUNJOGJA/Bramasto Adhy (TRIBUNJOGJA/Bramasto Adhy)

MB Brongtomadyo, menegaskan, menjadi seorang abdi dalem bukan merupakan sebuah pekerjaan.

Halaman
1234
Penulis: Tribun Jogja
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved