Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Belum Berhenti, Dua Pekan Keluarga Agus Yani di Sleman 'Diteror' Api

Titik api masih muncul dengan beragam intensitas di hari kedua belas sejak fenomena alam ini pertama terjadi pada Sabtu (23/5/2026) dini hari. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hendy Kurniawan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/Hendy Kurniawan
MENYALA - Titik api yang membakar tumpukan kayu di halaman belakang rumah Agus Yani di Kasuran, Seyegan, Sleman, Rabu (3/6/2026) malam. 

"Jangan pakai APAR (Alat Pemadam Api Ringan), pakai air saja (memadamkannya)," ucap orang-orang yang berkerumun sambil berusaha menjinakkan si jago merah. 

Siraman air dari wajan besar dan semprotan dari keran jadi senjata andalan.

Dibutuhkan waktu tak kurang dari lima menit hingga kemudian kobaran padam.

Seketika, halaman belakang yang sebelumnya terang, kembali gulita. 

MENYALA - Titik api yang membakar beberapa barang di rumah Agus Yani di Kasuran, Seyegan, Sleman, Rabu (3/6/2026) malam.
MENYALA - Titik api yang membakar beberapa barang di rumah Agus Yani di Kasuran, Seyegan, Sleman, Rabu (3/6/2026) malam. (Tribun Jogja/Hendy Kurniawan)

Semua yang dinilai berpotensi dilumat api diamankan.

Termasuk pula bekas banner yang menjuntai di tembok atas sisi utara rumah. Diturunkan. Namun sebenarnya tak memang sesederhana itu memitigasi potensi.

Pola api sangat acak, sulit ditebak. Satu barang yang dianggap ada di lokasi aman, bisa terbakar begitu saja. 

Saat menurunkan banner bekas itu, Mutfiana mengambil kaus dari lantai dua.

Pikirnya, kaus itu akan dicuci karena masih layak pakai.

Sesampainya di bawah setelah menuruni tangga, kaus itu pun diletakkan di gagang tangga. 

Teror belum berhenti. Pukul 20.00, kaus itu terbakar. Cukup besar tapi dinilai terkendali karena berada di luar.

Tim Gegana Lakukan Pengecekan

Personel Tim Gegana yang malam itu berada di lokasi segera melakukan pengecekan.

Karena itulah api tidak segera dipadamkan. Ditunggu sampai benar-benar kehabisan energi. 

Kandungan dan akumulasi gas menjadi pendalaman Tim Gegana.

Termasuk menganalisis dari mana potensi gas itu muncul yang kemudian bisa membakar apa pun barang atau perabotan di rumah yang juga digunakan sebagai ruang usaha pemotongan ayam. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved