Ketua BEM UGM Diteror

Pusham UII Kecam Teror Terhadap Ketua BEM UGM dan Keluarganya, Minta Polri Usut dan Tangkap Pelaku

Pusham UII mengajak semua pihak untuk menghormati kebebasan berekspresi yang di dalamnya termasuk kritik terhadap kebijakan penyelenggara negara.

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/istimewa/ pusham uii
Direktur Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Eko Riyadi 

Ringkasan Berita:
  • Pusham Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta turut mengecam semua bentuk teror, baik kepada Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto maupun keluarganya.
  • Direktur Pusham UII, Eko Riyadi, menyebut semua bentuk teror, baik yang dilakukan oleh individu murni, individu terafiliasi negara, maupun aktor negara adalah kejahatan
  • Pusham UII juga menuntut institusi Polri untuk memberikan perlindungan dengan melakukan investigasi pelaku teror dan menangkap serta mengajukannya ke meja hijau.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Direktur Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Eko Riyadi, turut mengecam semua bentuk teror, baik kepada Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto maupun keluarganya.

“Semua bentuk teror, baik yang dilakukan oleh individu murni, individu terafiliasi negara, maupun aktor negara adalah sama-sama kejahatan,” ujarnya, saat dihubungi Tribun Jogja, Senin (16/2/2026).

Ia menegaskan, kritik terhadap kebijakan negara, selain merupakan hak dasar, adalah hal lumrah dalam negara demokrasi.

Karena itu, Pusham UII mengajak semua pihak untuk menghormati kebebasan berekspresi yang di dalamnya termasuk kritik terhadap kebijakan penyelenggara negara.

Tuntut Investigasi dan Tangkap Pelaku

Pusham UII juga menuntut aktor negara, khususnya institusi Polri, untuk memberikan perlindungan dengan melakukan investigasi pelaku teror dan menangkap serta mengajukannya ke meja hijau.

“Karena mengusik para pihak yang sedang berpesta. Mereka mengatasnamakan diri sebagai aparatur negara, tetapi sama sekali tidak merepresentasikan republik,” kata Eko.

Baca juga: Awal Mula Rentetan Teror ke Ketua BEM UGM hingga Pihak Kampus Siap Pasang Badan

Rentetan Teror

Sebelumnya diberitakan, Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, mendapat teror melalui aplikasi WhatsApp dari nomor asing. 

Pesan tersebut terus-menerus masuk dengan isi “Agen asing”, “Culik mau?”, “Jangan cari panggung jadi tongkosong”, “Cari dosamu entr”, “Banci”, “Jangan cari panggung loe ya jual narasi sampah.”

Pesan itu masuk dari nomor yang sama, namun dikirim dalam waktu yang berbeda-beda.

Teror pertama kali diterima Tiyo pada Senin (9/2/2026).

Selain itu, ada sekitar enam nomor asing yang terus menghubunginya, namun tidak ditanggapi.

RENTETAN TEROR: Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto menyampaikan orasi dalam aksi Karaoke WNI Mumet yang digelar oleh Komunitas Suara Ibu Indonesia di Yogyakarta di Bundaran UGM, Jumat (13/2/2026). Tiyo mendapat rentetan teror setelah pengiriman surat Ironi Tanah Air ke UNICEF.
RENTETAN TEROR: Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto menyampaikan orasi dalam aksi Karaoke WNI Mumet yang digelar oleh Komunitas Suara Ibu Indonesia di Yogyakarta di Bundaran UGM, Jumat (13/2/2026). Tiyo mendapat rentetan teror setelah pengiriman surat Ironi Tanah Air ke UNICEF. (Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani)

Tidak hanya teror pesan, mahasiswa Fakultas Filsafat UGM itu juga dikuntit oleh dua orang tidak dikenal dan difoto dari kejauhan.

Namun, dua sosok bertubuh tersebut menghilang ketika dikejar.

Selain itu, orangtuanya pada Sabtu (14/2/2026) juga mendapat teror.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved