Mayoritas UMKM Gunungkidul Masih Bertahan di Level Mikro, Ini Penyebabnya
Dari total sekitar 21 ribu UMKM, baru sekitar 2.000 pelaku usaha yang berhasil naik kelas ke kategori kecil.
Tayang:
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Muhammad Fatoni
DPRD juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan yang lebih konkret, terutama terkait akses permodalan.
Ia menilai skema kredit lunak maupun bantuan modal usaha harus diperluas agar pelaku UMKM tidak lagi terhambat masalah finansial.
“Banyak UMKM sudah punya produk bagus, tapi mentok karena tidak punya tambahan modal untuk produksi lebih besar,” jelasnya.
Selain itu, DPRD mendorong agar forum UMKM yang akan dibentuk tidak berhenti pada seremoni belaka, melainkan benar-benar difungsikan sebagai wadah kerja sama.
“Kami akan mengawal supaya forum ini bisa berjalan efektif, bukan sekadar formalitas. Harapannya UMKM di Gunungkidul tidak hanya bertahan, tapi juga bisa berkembang lebih jauh,” pungkasnya. (*)
Baca Juga
| DIY Perluas Ekosistem Perlindungan Karya, Kampus dan UMKM Jadi Sasaran Utama |
|
|---|
| Harga Hewan Kurban di Gunungkidul Mulai Bergerak Naik, Pasokan Dipastikan Surplus |
|
|---|
| Asmara Terlarang Berbuah Semen: Pasangan Selingkuh 'Cor' Jalan Desa yang Rusak |
|
|---|
| Penyaluran KUR dan UMi di DIY Capai Lebih dari Rp 4,7 Triliun pada Triwulan I 2026 |
|
|---|
| Masifnya Investasi di Selatan Gunungkidul Rusak Karst, Pengusaha Jadikan Denda Sebagai 'Budaya' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)