Pilkada Sebagai Cermin Demokrasi Lokal
Di tengah evaluasi atas tingginya biaya politik, konflik elektoral, serta beban penyelenggaraan, muncul lagi gagasan Pilkada lewat DPRD.
Editor:
ribut raharjo
Kedua, memperluas partisipasi bermakna. Jika rakyat tidak memilih langsung, maka akses informasi, ruang pengawasan masyarakat, serta keterlibatan publik harus diperkuat agar legitimasi tidak terputus.
Ketiga, memperkuat desain pengawasan. Bawaslu perlu menyesuaikan instrumen pencegahan dan penindakan sesuai karakter sistem yang dipilih, sehingga integritas tetap menjadi fondasi utama Pilkada. (*)
Baca Juga
| Eko Suwanto Tekankan Pentingnya Ikatan Emosi dalam Pemilihan Langsung |
|
|---|
| Akademisi UGM: Pilkada Lewat DPRD Matikan Karir Politik Anak Muda dan Masyarakat Biasa |
|
|---|
| BEM Nusantara DIY Gelar Aksi di DPRD, Tolak Wacana Pilkada Tidak Langsung |
|
|---|
| Kajian Lemhanas Soal Sistem Pilkada Sudah Diserahkan ke Presiden Prabowo |
|
|---|
| Wacana Pilkada Tidak Langsung Bukan Solusi Demokrasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/andie-bawaslu-kota-yogya.jpg)