Dugaan Korupsi di Kemendikbud

Pemanfaatan Chromebook Kemendikbud di Kota Yogya: Antara Antusiasme Siswa dan Keraguan Soal Harga

SMPN 1 Yogyakarta menerima 48 unit laptop chromebook dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

|
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
CHROMEBOOK : Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana SMPN 1 Yogyakarta, Istiardi, menunjukkan dua unit Chromebook yang dialokasikan oleh Kemendikbud pada kisaran 2021 lalu, Kamis (17/7/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) era Nadiem Makarim, belakangan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Meskipun pengadaannya diwarnai isu mark-up harga yang berdampak pada kerugian negara hingga triliunan rupiah, antusiasme siswa dalam menggunakan Chromebook di lapangan menunjukkan sisi lain dari program digitalisasi pendidikan.

Sementara, di wilayah Kota Yogyakarta, terdapat beberapa sekolah yang menerima alokasi Kemendikbud tersebut, mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP. Salah satunya adalah SMP Negeri 1 Yogyakarta.

Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana sekaligus guru informatika SMPN 1 Yogyakarta, Istiardi, menyatakan, bahwa sekolahnya menerima sebanyak 48 unit Chromebook pada kisaran 2021 silam.

"Alhamdulillah, untuk Chromebook kita terima di 2021 sebanyak 48 unit, 45 dengan merek Dell dan yang tiga Zyrex," tandasnya, saat ditemui, Kamis (17/7/2025).

Ia mengakui, Chromebook yang diterimanya belum mengusung teknologi layar sentuh atau touchscreen, seperti unit-unit yang diterima sekolah lain setelahnya. 

Dikisahan, setelah dilakukan aktivasi akun, Chromebook langsung digunakan untuk pembelajaran informatika, di mana setiap siswa mendapatkan akun belajar dan wajib log-in supaya bisa menggunakan perangkat tersebut.

Kini, dalam kisaran dua tahun terakhir, Chromebook yang dialokasikan untuk SMPN 1 Yogyakarta tersebut ditempatkan di perpustakaan. 

Langkah itu menjadi upaya optimalisasi, mengingat ada beberapa kasus di sekolah lain, yang pada akhirnya Chromebook dibiarkan mangkrak begitu saja karena penggunanya kurang familiar

" Sudah dua tahun ini, chromebook kita tempatkan di perpustakaan. Jadi, anak-anak mau pinjam, mungkin bapak ibu guru yang mau memakai juga diperkenankan," jelasnya.

Minat siswa terutama terlihat ketika mereka menggunakan Chromebook untuk kerja kelompok atau presentasi dengan aplikasi Canva, yang dinilai lebih nyaman diakses melalui perangkat ini. 

Di samping itu, ia menuturkan, daya tahan baterai Chromebook juga menjadi nilai tambah, meskipun satu unit Dell dilaporkan sudah tidak berfungsi, atau mati total.

Sementara unit Zyrex yang notabene merupakan brand lokal Indonesia, disebut lebih mumpuni karena sudah suport HDMI, sekaligus punya tampilan layar yang lebih bagus.

"Biasanya bisa untuk kerja kelompok, atau presentasi. Saya cek ke petugas perpusatakaan itu terkadang sampai rebutan. Antusiasme memang siswa tinggi untuk memakai Chromebook-nya," ujar Istiardi.

Baca juga: Melacak Penggunaan Laptop Chromebook di Sekolah-sekolah Sleman 

Kontroversi Harga dan Kaitan dengan Kasus Korupsi

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved