Dugaan Korupsi di Kemendikbud

Melacak Penggunaan Laptop Chromebook di Sekolah-sekolah Sleman 

SD, SMP hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Sleman masih memanfaatkan laptop Chromebook bantuan dari pemerintah.

|
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
LAPTOP - Guru SMP Negeri 1 Minggir Sleman sedang menggunakan laptop Chromebook bantuan pemerintah yang kondisinya masih berfungsi dengan baik. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Sejumlah sekolah tingkat Dasar, Menengah hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Sleman masih memanfaatkan laptop Chromebook bantuan dari pemerintah.

Bantuan yang digulirkan untuk mendukung Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di era Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim ini kondisinya sebagian masih berfungsi baik namun ada pula yang rusak. 

Di SLB PGRI Minggir, misalnya, yang menerima bantuan 9 unit Chromebook di tahun 2022.

Saat ini, terdapat tiga unit tidak bisa menyala.

Penyebabnya karena chargernya tak berfungsi dan ada pula yang layarnya rusak. 

"Yang 6 (unit) masih digunakan. Cuman chargernya hanya ada tiga yang bisa digunakan. Jadinya kalau ngecharge gantian," kata Raka Danu Mukti, Guru Kelas di SLB PGRI Minggir, Kabupaten Sleman, Rabu (16/7/2024). 

Sekolah di Balongan, Sendangrejo ini memiliki 68 siswa terbagi untuk jenjang SD, SMP hingga SMA.

Laptop Chromebook paling sering digunakan oleh sekolah ini untuk visual pembelajaran di tiap kelas.

Anak-anak diajak menonton tayangan edukasi di YouTube.

Sebab, menurut Raka, anak berkebutuhan khusus tidak bisa berfikir abstrak sehingga pendekatan pembelajaran yang digunakan langsung menggunakan visual. 

"Di sini Chromebooknya InsyaAllah selalu dipakai, untuk siswa. Kalaupun rusak karena pemakaian," ujar dia. 

Raka memperlihatkan Chromebook, bantuan dari pemerintah, yang kondisinya masih berfungsi dengan baik.

Baca juga: Kondisi Laptop Chromebook di Bantul dan Sleman: Dari Tombol ‘S’ Mati Hingga Charger Tak Berfungsi

Chromebook tersebut menggunakan prosesor Intel Celeron dengan operating system menggunakan ChromeOS.

Laptop berlayar 10 inch ini sepertinya memang dirancang untuk komputer kebutuhan dasar dengan penggunaan yang mudah dan sederhana. 

Apalagi dengan penggunaan ChomeOS berbasis cloud atau penyimpanan online dan terintegrasi erat dengan layanan google seperti google workspace semacam docs, sheets, slides kemudian gmail dan google drive.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved