Viral, Excavator Masuk Tenda Hajatan di Banyurejo Sleman, Begini Ceritanya

Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan satu unit alat berat jenis excavator melintasi tenda hajatan warga

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Tangkapan layar video ketika alat berat jenis excavator melintasi tenda hajatan. Peristiwa ini diketahui terjadi di Dusun Onggojayan, Banyurejo, Tempel, Kabupaten Sleman pada Jumat (10/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Sebuah video excavator melintasi tenda hajatan warga di Dusun Onggojayan, Sleman, viral di media sosial karena dianggap unik dan tidak biasa.
  • Excavator tersebut melintas untuk keperluan renovasi Masjid Al Falah. Kejadian berlangsung pada Jumat (10/4/2026) saat akses jalan kabupaten masih dibuka untuk umum.
  • Tidak ada konflik antara pemilik hajat dan panitia masjid. Berdasarkan kearifan lokal, warga saling memahami kepentingan bersama sehingga alat berat diizinkan lewat dengan hati-hati.

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan satu unit alat berat jenis excavator melintasi tenda hajatan warga.

Peristiwa unik tersebut diketahui terjadi di Dusun Onggojayan, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman

Jagabaya Kalurahan Banyurejo, Irwan Darmanta saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurut dia, peristiwa tersebut terjadi pada hari Jumat (10/4/2026).

 Ia menjelaskan, keberadaan excavator di tengah tenda pernikahan itu bukan tanpa alasan, melainkan untuk keperluan renovasi fasilitas ibadah masyarakat setempat.

"Iya, kejadiannya di Dusun Onggojayan.Jadi ceritanya ada masjid yang mau dibongkar, Masjid Al Falah. Lokasi Masjid di Onggojayan. Terus lewat (excavator) ndilalah ada yang mantenan," ujar Irwan, Selasa (14/4/2026).

Menurut dia, sebagian lokasi hajatan warga tersebut, memang menggunakan badan jalan kabupaten yang merupakan akses menuju masjid.

Meski menutup jalan, ia menekankan bahwa pihak panitia pembangunan masjid dan pemilik hajat telah menjalin komunikasi serta kesepakatan sebelumnya sehingga tidak ada konflik.

Masyarakat memperbolehkan excavator tersebut melintas. 

Baca juga: Dinsos Kulon Progo Kebut Amdal, Pembangunan Sekolah Rakyat Lendah Ditargetkan Selesai Awal Juni

Sepengetahuan Irwan, rangkaian acara pernikahan tersebut berlangsung lebih kurang tiga hari, yakni Jumat hingga Minggu.

Ia juga mengaku datang ke lokasi buat memberikan sumbangan kepada keluarga yang mempunyai hajatan.

Pihak keluarga mempelai baru menutup total akses jalan di lokasi hajatan pada puncak resepsi yang jatuh pada hari Minggu (12/4/2026). 

"Hari Jumat dan Sabtu jalan masih diperbolehkan untuk lewat kendaraan.

Excavator itu lewat satu kali pada hari Jumat, bahkan hari Sabtunya truk pengangkut material bongkaran juga masih lewat di sana," terangnya. 

Lebih lanjut, Irwan menambahkan bahwa penggunaan jalan kabupaten untuk hajatan tersebut didasari oleh kearifan lokal warga masyarakat setempat.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved